Adiva Hadirkan “Another Minute”, Cerita tentang Harapan, Penantian, dan Keberanian untuk Melepas

Single ketiga Adiva, “Another Minute”, membawa cerita personal tentang bertahan terlalu lama, berharap perubahan datang, hingga memahami kapan waktunya melepaskan.

TRENDINGENTERTAINMENT

Redaksi Indo Katarsis

9/26/20263 min read



Jakarta, Indo Kartasis — Ada kalanya seseorang mengetahui bahwa sebuah keadaan tidak akan berubah, tetapi tetap memilih menunggu. Ada pula saat ketika seseorang terus mencari alasan untuk bertahan karena masih percaya bahwa kesempatan berikutnya akan membawa hasil berbeda. Situasi tersebut menjadi inspirasi bagi Adiva dalam menciptakan single terbarunya, “Another Minute”.

Lagu yang dirilis pada 21 September 2026 tersebut menjadi single ketiga Adiva sekaligus karya yang mengeksplorasi sisi emosional dari kebiasaan terus memberikan waktu tambahan kepada sesuatu yang sebenarnya sudah menunjukkan pola yang sama.

“Another Minute” menggambarkan siklus menunggu, mencari alasan, dan berpegang pada harapan bahwa seseorang atau sebuah keadaan pada akhirnya akan berubah. Namun, seiring lagu berjalan, muncul kesadaran bahwa terdapat pola-pola tertentu yang memang tidak akan pernah berubah.

“Crying in the Club” Jadi Gambaran Emosional Lagu

Adiva menggambarkan sumber perasaan di balik “Another Minute” sebagai “crying in the club.”
Istilah tersebut menggambarkan situasi ketika seseorang berada di tengah suasana yang menyenangkan, tetapi masih membawa beban emosional yang tidak terlihat oleh orang lain.

“Aku sedang bersenang-senang bersama teman-temanku, tapi ada perasaan berat di hati,” ungkap Adiva.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi emosional dalam lagu. Menariknya, Adiva tidak menerjemahkan cerita tersebut melalui musik yang sepenuhnya muram. “Another Minute” justru dibangun dengan produksi yang ritmis dan mengajak pendengar bergerak.

Karakter vokal Adiva yang rendah menjadi salah satu elemen yang memberikan keseimbangan terhadap produksi musik tersebut. Kontras antara musik yang terasa dinamis dan cerita yang menyimpan beban emosional membuat “Another Minute” memiliki dua sisi. Lagu ini dapat dinikmati sebagai musik yang mengajak bergerak, tetapi pada saat yang sama menyimpan cerita tentang proses menerima kenyataan.

Pesan mengenai melepaskan juga menjadi bagian penting dari lagu. “Another Minute” mengajak pendengar mengenali kapan harus terus mencoba dan kapan harus berhenti menunggu perubahan yang mungkin tidak pernah datang.

Adiva Kembali Gandeng Rodrigo Leeroy

Dalam pengerjaan “Another Minute”, Adiva kembali bekerja bersama Rodrigo Leeroy.
Rodrigo merupakan kolaborator lama Adiva yang sebelumnya terlibat dalam single “Unconditionally” pada 2024 dan “So Easy” pada 2026.

Keduanya kembali bekerja sama dalam proses penulisan dan produksi “Another Minute”. Kolaborasi tersebut turut membentuk karakter musik yang dibawa Adiva dalam single terbarunya.

Selain Rodrigo Leeroy, terdapat pula Noni yang berkontribusi sebagai vocal director sekaligus pengisi background vocals. Kehadiran Noni memberikan sentuhan tambahan pada vokal dan memperkuat nuansa sultry dalam lagu. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari eksplorasi Adiva terhadap musik Modern Dance Pop. Genre ini memungkinkan dirinya menggabungkan beat yang lebih vibrant dengan cerita yang bersifat personal.
Hasilnya adalah sebuah lagu yang tetap memiliki energi untuk dinikmati, tetapi tidak kehilangan sisi emosional yang menjadi kekuatan utama ceritanya.

Berawal dari Musik dan Puisi

Perjalanan Adiva di dunia musik sudah dimulai sejak usia dini. Penyanyi dan penulis lagu yang lahir dan besar di Jakarta ini mulai bernyanyi ketika berusia lima tahun. Ia kemudian mempelajari gitar dan piano. Ketika berusia 11 tahun, Adiva mulai menulis lagu sendiri. Kecintaannya terhadap puisi menjadi salah satu sumber inspirasi awal dalam proses kreatifnya.
Perjalanan tersebut kemudian berlanjut dengan mengunggah cover lagu dan karya original ke berbagai platform digital, termasuk SoundCloud, Instagram, dan YouTube.

Adiva juga tumbuh dengan berbagai pengaruh musik. Koleksi rock dan disko milik sang ayah menjadi salah satu sumber referensinya. Selain itu, ia juga terpapar musik Disney dan Broadway, pop Indonesia, serta musik dari berbagai ikon era 2000-an hingga 2010-an.

Perpaduan berbagai pengaruh tersebut kemudian membantunya menemukan karakter musik yang kini dikenal sebagai Modern Dance Pop.

Sebelum “Another Minute”, Adiva telah terlibat dalam sejumlah karya. Namanya dikenal melalui kontribusi dalam soundtrack Habibie & Ainun 3 lewat lagu “Denganmu” dan Kisah Untuk Geri melalui “Tak Lagi Sendiri”. Ia kemudian menghadirkan “Emosi Jiwa”, sebuah cover untuk Catatan Si Boy. Adiva selanjutnya kembali menggarap karya original melalui “Unconditionally” pada 2024 dan “So Easy” pada 2026.

Kini, “Another Minute” menjadi kelanjutan perjalanan tersebut. Single ini dirilis pada 21 September 2026 dan tersedia di seluruh platform streaming digital. Melalui lagu terbarunya, Adiva menghadirkan cerita yang sederhana tetapi dekat dengan pengalaman banyak orang: tentang menunggu, mempertahankan harapan, dan akhirnya menyadari bahwa terkadang waktu tambahan bukanlah jawaban.

“Another Minute” pun menjadi ruang bagi Adiva untuk menyampaikan bahwa melepaskan bukan selalu berarti menyerah. Dalam konteks lagu ini, melepaskan dapat menjadi bagian dari proses memahami bahwa tidak semua hal dapat diubah hanya dengan memberikan lebih banyak waktu.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.