Bukan Sekadar Film Horor, Khadam Tantang Aghniny Haque Berakting Tanpa Dialog sebagai Melor
Memerankan ibu yang tidak dapat berbicara, Aghniny Haque harus menyampaikan ketakutan dan perjuangan Melor melalui ekspresi, gerak tubuh, dan bahasa isyarat.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis — Berakting tanpa dialog menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Aghniny Haque ketika memerankan Melor dalam film horor Khadam. Karakter tersebut merupakan seorang ibu yang tidak dapat berbicara dan harus menghadapi teror gaib demi melindungi anak-anaknya.
Peran Melor menjadi salah satu karakter paling menantang dalam perjalanan akting Aghniny. Selain harus memainkan emosi secara nonverbal, ia juga harus mempelajari bahasa isyarat dari awal untuk mendukung karakter yang diperankannya.
Tantangan tersebut semakin kompleks karena Khadam menggunakan latar era 1950-an. Aghniny harus mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan saat ini.
Khadam sekaligus menjadi debut internasional Aghniny Haque. Film ini merupakan kolaborasi antara Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia dengan MAGMA Entertainment dan VMS Studios dari Indonesia.
Pengalaman tersebut membuat Aghniny harus beradaptasi dengan lingkungan produksi yang baru. Meski sempat gugup karena menjadi proyek internasional pertamanya, ia mengaku mendapat sambutan positif dari para pemain dan kru.
“Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat,” ungkap Aghniny.
Emosi Harus Disampaikan Lewat Ekspresi
Sebagai Melor, Aghniny tidak bisa mengandalkan dialog untuk membangun hubungan karakter dengan penonton. Ia harus menggunakan ekspresi mikro wajah dan gerak tubuh untuk menunjukkan kondisi emosional Melor. Karakter tersebut menghadapi rasa takut dan duka, tetapi pada saat yang sama memiliki tekad untuk melindungi anak-anaknya dari ancaman teror gaib.
Kondisi ini membuat setiap gestur menjadi penting. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa isyarat harus digunakan secara tepat agar penonton dapat memahami apa yang sedang dirasakan Melor. Menurut Aghniny, tuntutan tersebut menjadikan Melor sebagai salah satu peran paling menantang yang pernah ia jalani.
“Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal,” tegasnya.
Penggunaan bahasa isyarat dalam karakter Melor juga menjadi bagian penting dari identitas karakter. Aghniny tidak hanya perlu memahami cara menggunakan bahasa tersebut, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam akting sehingga komunikasi Melor tetap terasa alami dalam cerita.
Poster Perlihatkan Beban Psikologis Melor
Pendekatan visual Khadam juga memberikan gambaran mengenai kondisi karakter Melor. Official poster film memperlihatkan akar yang tumbuh mengelilingi kepala Melor. Di dalam visual tersebut terlihat keluarga dan rumahnya.
Visual tersebut menunjukkan beban psikologis yang dihadapi Melor dalam cerita. Sebagai seorang ibu, ia harus menghadapi ancaman sekaligus mempertahankan keluarganya di tengah situasi yang penuh teror.
Selain Aghniny, film ini juga menghadirkan aktor-aktor Malaysia seperti Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, serta aktris senior June Lojong. Kehadiran para pemain tersebut memperkuat unsur kolaborasi Indonesia-Malaysia yang menjadi bagian dari produksi Khadam.
Dari sisi produksi, Red Communications memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengembangan film, televisi, dan konten digital. Rumah produksi Malaysia tersebut berdiri pada 1999 dan telah menghasilkan sejumlah karya film serta program televisi.
Komet Productions, yang mulai beroperasi pada Juli 2023, memiliki fokus pada produksi, distribusi, dan investasi konten kreatif Asia Tenggara. Sementara MAGMA Entertainment dan VMS Studios menjadi dua rumah produksi Indonesia yang turut terlibat dalam Khadam.
VMS Studios sendiri berbasis di Jakarta dan berdiri pada 2022. Salah satu proyek perdananya adalah Pemandi Jenazah, yang dalam press release disebut meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia serta menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa.
Sementara itu, distribusi Khadam di Indonesia dilakukan melalui CBI Pictures, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan hiburan film serta menghadirkan berbagai film internasional kepada penonton Indonesia.
Penonton Indonesia dapat menyaksikan penampilan Aghniny Haque sebagai Melor dalam Khadam mulai 16 September 2026 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Informasi terbaru dan cuplikan resmi dapat diikuti melalui akun media sosial @khadamthemovie dan @cbipictures.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
