Bukan Sekadar Film Komedi Politik, BAPAK PALING JUJUR Ajak Penonton Menguji Arti Kejujuran
Di balik kekacauan seorang calon gubernur yang tak bisa berbohong, BAPAK PALING JUJUR mengangkat persoalan tentang kepercayaan, integritas, dan tanggung jawab. Film garapan Fajar Nugros ini tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis — Kejujuran sering dipandang sebagai nilai yang sederhana. Seseorang hanya perlu mengatakan hal yang sebenarnya dan tidak menyembunyikan fakta. Namun, praktiknya tidak selalu semudah itu. Dalam berbagai situasi, kejujuran dapat membawa konsekuensi yang memengaruhi hubungan, pekerjaan, hingga kepercayaan orang lain.
Persoalan inilah yang diangkat dalam film drama komedi BAPAK PALING JUJUR, produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope. Film yang disutradarai Fajar Nugros dengan skenario karya Rino Sarjono tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
Dibintangi Andovi da Lopez, film berdurasi 103 menit ini menghadirkan kisah Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang mendadak kehilangan kemampuan untuk berbohong setelah terkena kutukan dari neneknya.
Premis tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas persoalan yang lebih luas daripada sekadar ketidakmampuan menyampaikan kebohongan. Jonas juga kehilangan filter dalam berbicara. Akibatnya, berbagai hal yang seharusnya dipertimbangkan terlebih dahulu dapat langsung keluar dari mulutnya.
Situasi ini membawa Jonas ke dalam kekacauan yang memengaruhi kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.
Di balik komedi yang muncul dari kondisi tersebut, BAPAK PALING JUJUR mengajukan pertanyaan tentang bagaimana manusia membangun kepercayaan dan mempertanggungjawabkan perkataan.
Kejujuran Bukan Hanya tentang Mengatakan Kebenaran
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan berbagai pertimbangan ketika berkomunikasi. Seseorang mungkin memilih kata-kata yang lebih halus agar pendapatnya tidak menyinggung orang lain. Dalam situasi berbeda, seseorang bisa saja memutuskan untuk berbicara secara terbuka karena ada hal penting yang perlu disampaikan.
Pertimbangan tersebut menjadi bagian dari cara manusia menjaga hubungan sosial. Namun, Jonas tidak lagi memiliki keleluasaan tersebut setelah kutukan yang dialaminya. Ia kehilangan kemampuan berbohong sekaligus kemampuan untuk menyaring perkataannya.
Sebagai calon gubernur yang terbiasa membangun citra, perubahan itu menjadi persoalan besar. Setiap perkataan yang sebelumnya dapat dipertimbangkan terlebih dahulu kini berpotensi keluar begitu saja.
Konsekuensinya tidak hanya berkaitan dengan citra politik. Kehidupan Jonas secara keseluruhan ikut terdampak karena komunikasi merupakan bagian penting dalam pekerjaan, keluarga, dan hubungan pribadi.
Dari situ, film ini memperlihatkan bahwa kejujuran tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab. Mengatakan sesuatu yang benar memang penting, tetapi cara penyampaian dan kesediaan menghadapi akibat dari perkataan tersebut juga memiliki arti.
Kondisi Jonas yang tidak biasa menjadi sumber komedi sekaligus sarana untuk mengajak penonton melihat kembali kebiasaan mereka dalam berkomunikasi.
Menguji Kepercayaan di Balik Citra dan Kesuksesan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam BAPAK PALING JUJUR adalah hubungan antara kebohongan, kesuksesan, dan kepercayaan.
Jonas digambarkan sebagai calon gubernur yang terbiasa membangun citra. Ketika kemampuan untuk berbohong hilang, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan melalui perkataan yang telah diatur.
Situasi ini sejalan dengan gagasan yang disampaikan Aoura Lovenson Chandra, produser film tersebut dari Cahaya Pictures.
“Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas fondasi kebohongan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?” ujar Aoura Lovenson Chandra.
Pertanyaan tersebut tidak hanya relevan bagi seseorang yang berada dalam dunia politik. Dalam berbagai aspek kehidupan, manusia dapat tergoda untuk mempertahankan citra tertentu demi mendapatkan pengakuan atau menjaga posisinya.
Namun, ketika kepercayaan dibangun di atas sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, fondasi tersebut berisiko menghadapi masalah.
Film ini mengembangkan gagasan itu melalui perjalanan Jonas. Kutukan yang dialaminya membuat ia harus menghadapi konsekuensi dari kebiasaan dan pilihan yang selama ini dijalani.
Bagi Aoura, kejujuran memiliki arti khusus bagi seseorang yang memegang tanggung jawab publik.
“Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab. Lewat film ini, kami ingin membicarakan hal tersebut dengan cara yang ringan dan menghibur, melalui kekacauan Jonas, penonton bisa tertawa, tetapi juga mungkin pulang dengan pertanyaan tentang arti kejujuran bagi dirinya sendiri,” sambungnya.
Melalui pendekatan drama komedi, film ini berusaha mengangkat persoalan integritas tanpa meninggalkan unsur hiburan. Penonton diajak mengikuti kekacauan yang dialami Jonas, sekaligus mempertimbangkan kembali arti kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Fajar Nugros Mengibaratkan Kebohongan Seperti Istana Pasir
Sutradara Fajar Nugros menempatkan kepercayaan sebagai salah satu bagian penting dalam cerita BAPAK PALING JUJUR.
Menurutnya, keberhasilan yang dibangun dengan kebohongan dapat menjadi sesuatu yang rapuh. Penampilan luar mungkin terlihat meyakinkan, tetapi kekuatan sebenarnya ditentukan oleh fondasi yang menopangnya.
“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” ujar Fajar Nugros.
Ia juga menjelaskan bagaimana perjalanan Jonas menggambarkan persoalan tersebut.
“Pada akhirnya yang menentukan bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tetapi juga fondasi yang menopangnya. Itulah yang menarik dari perjalanan Jonas: ketika fondasi yang selama ini ia bangun mulai runtuh, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan pilihannya,” katanya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa persoalan utama dalam film ini bukan semata-mata kemampuan seseorang untuk berkata jujur. Lebih jauh, cerita Jonas berkaitan dengan bagaimana sebuah kehidupan dibangun dan bagaimana seseorang menghadapi akibat dari keputusan yang telah dibuat.
Kepercayaan tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat oleh orang lain. Ada fondasi yang perlu dijaga agar hubungan dan pencapaian dapat bertahan.
Ketika fondasi tersebut mulai dipertanyakan, seseorang harus berhadapan dengan konsekuensi yang mungkin sebelumnya berusaha dihindari.
Membawa Premis Internasional ke Konteks Indonesia
Premis BAPAK PALING JUJUR sebelumnya telah diangkat dalam film Brasil O Candidato Honesto pada 2014 dan film Korea Selatan Honest Candidate pada 2020.
Versi Indonesia mengadaptasi premis tersebut melalui karakter, situasi, dan humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.
Kampanye politik menjadi latar yang memperkuat konflik Jonas. Sebagai calon gubernur, ia harus berhadapan dengan situasi ketika kemampuan menjaga citra tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.
Meski menggunakan dunia politik sebagai latar, film ini tidak terbatas pada persoalan pemimpin dan wakil rakyat. Ceritanya juga menyinggung pengalaman manusia dalam menggunakan filter ketika berkomunikasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memiliki pertimbangan yang berbeda ketika harus mengungkapkan pendapat. Ada yang berkaitan dengan pekerjaan, keluarga, pertemanan, maupun hubungan personal.
Melalui keadaan Jonas yang tidak lagi mampu menyaring perkataan, film ini menggambarkan bagaimana sebuah ucapan dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga.
Situasi tersebut membuat cerita memiliki ruang untuk menghadirkan humor sekaligus refleksi mengenai tanggung jawab.
Deretan Pemain dari Berbagai Latar Hiburan
Selain Andovi da Lopez sebagai Jonas Prakoso, BAPAK PALING JUJUR dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir, dan pemain lainnya.
Film ini diproduksi oleh Cahaya Pictures bersama Studio Antelope. Fajar Nugros bertindak sebagai sutradara, sedangkan Rino Sarjono menulis skenarionya.
Dengan durasi 103 menit, film ini menggabungkan kisah tentang kehidupan politik dengan persoalan yang dekat dengan pengalaman manusia secara umum.
Bagi Cahaya Pictures, BAPAK PALING JUJUR merupakan film ketiga setelah 1 Imam 2 Makmum dan Pesugihan Sate Gagak.
Rumah produksi tersebut menyatakan komitmennya untuk menghadirkan karya sinematik dengan cerita yang relevan, dekat dengan keseharian, serta dapat dinikmati beragam penonton Indonesia.
Tayang 15 Oktober 2026 di Seluruh Bioskop Indonesia
BAPAK PALING JUJUR dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Tiket penayangan sudah tersedia melalui berbagai aplikasi dan platform pemesanan tiket bioskop.
Film ini menawarkan kisah yang bermula dari premis sederhana, kemudian berkembang menjadi rangkaian situasi komedi yang memengaruhi kehidupan tokoh utamanya.
Kehilangan kemampuan berbohong membuat Jonas harus menghadapi berbagai persoalan yang sebelumnya dapat ia kelola melalui perkataan dan citra. Namun, di balik kekacauan tersebut, ada pertanyaan yang lebih mendasar mengenai cara manusia membangun kepercayaan.
Melalui drama komedi ini, penonton diajak melihat bahwa kejujuran bukan hanya persoalan menyampaikan kebenaran. Kejujuran juga berkaitan dengan komitmen, tanggung jawab, dan kesediaan menghadapi konsekuensi dari setiap pilihan.
Pada akhirnya, perjalanan Jonas Prakoso menjadi pengingat bahwa sesuatu yang terlihat baik dari luar belum tentu memiliki fondasi yang kuat. Ketika citra tidak lagi dapat dipertahankan, kepercayaan dan tanggung jawab menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
