Bukan Sekadar Penonton! Fans Diajak Bentuk Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

Facebook dan AntiNRML menghadirkan konsep konser Hipdut yang melibatkan penggemar dalam proses kreatif. Melalui polling, berbagi ide, hingga aktivitas co-creation, fans berkesempatan menentukan sejumlah elemen pertunjukan yang akan disiarkan secara langsung pada 6 November 2026.

TRENDINGENTERTAINMENT

Redaksi Indo Katarsis

10/2/20263 min read

Jakarta, Indo Katarsis — Penggemar musik Hipdut mendapat kesempatan berbeda untuk terlibat dalam sebuah konser. Facebook bersama label musik Indonesia AntiNRML menghadirkan konser Hipdut yang proses pembentukannya melibatkan fans sejak awal.

Konser tersebut akan disiarkan secara langsung melalui Facebook Live pada 6 November 2026. Naykilla didapuk sebagai headliner, sementara sejumlah musisi muda AntiNRML, yakni Tenxii, Naufal Syachreza, dan Jemsii, juga dijadwalkan tampil.

Konsep konser ini menggabungkan hip-hop dan dangdut dalam sebuah pengalaman yang tidak hanya mengandalkan penampilan musisi. Para penggemar justru mendapatkan ruang untuk menyampaikan ide dan pilihan yang dapat memengaruhi sejumlah bagian dalam konser.

Konsep tersebut mengusung tema #BisaAjaDiFacebook. Melalui tema itu, Facebook dan AntiNRML ingin mengajak fans menjadi bagian dari proses kreatif, bukan sekadar duduk sebagai penonton ketika konser berlangsung.

Mulai 28 September 2026, penggemar dapat bergabung dengan Facebook Group resmi AntiNRML. Di dalam grup tersebut, mereka dapat mengikuti perjalanan menuju konser sekaligus berpartisipasi dalam rangkaian aktivitas co-creation.

Melalui aktivitas tersebut, penggemar dapat memberikan ide, mengikuti polling, menentukan pilihan, serta menyampaikan preferensi. Masukan yang muncul dari komunitas kemudian akan digunakan untuk menentukan dan mengembangkan sejumlah elemen pertunjukan.

“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan AntiNRML untuk menghadirkan konser Hipdut Facebook Live pertama di Indonesia. Sejak awal, Facebook hadir untuk membantu orang saling terhubung, dan nilai tersebut tetap menjadi inti platform seiring Facebook terus berkembang,” ujar Revie Sylviana, Director, Global Partnerships for SEA and Emerging Markets, Meta.

Menurut Revie, kolaborasi tersebut memperlihatkan fungsi Facebook sebagai ruang untuk mengeksplorasi minat sekaligus membangun komunitas yang lebih aktif.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Facebook dapat menjadi ruang bagi orang-orang untuk mengeksplorasi minat mereka, sekaligus memberikan kesempatan bagi kreator untuk menjangkau lebih banyak orang dan membangun komunitas yang lebih aktif bersama audiens mereka,” lanjutnya.

Konsep melibatkan fans ini juga menjadi bagian penting dari pendekatan AntiNRML terhadap musik Hipdut. Label tersebut melihat Hipdut sebagai ruang pertemuan berbagai pengaruh musik dan bentuk ekspresi pendengarnya.

“Bagi AntiNRML, Hipdut selalu menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pengaruh musik dan cara berekspresi para pendengarnya. Melalui kolaborasi dengan Meta, kami ingin membawa semangat tersebut satu langkah lebih jauh dengan menghadirkan konser Hipdut pertama yang dibentuk bersama fans melalui platform Facebook,” ujar [BUNNY- Founder of AntiNRML.

Ia menambahkan, keterlibatan komunitas diharapkan dapat membuat pengalaman konser terasa lebih dekat dengan penggemar.

“Kami ingin melihat bagaimana ide, pilihan, dan kreativitas komunitas dapat menjadi bagian nyata dari pertunjukan, sekaligus menciptakan pengalaman yang terasa dekat dengan mereka,” ujarnya.

Naykilla juga menjadi salah satu sosok yang akan merasakan langsung konsep tersebut. Sebagai musisi, ia biasanya mempersiapkan sendiri materi yang akan dibawakan di atas panggung. Namun kali ini, proses tersebut dibuka untuk melibatkan para penggemarnya.

“Usually as a musician, aku yang siapin my whole performance di atas panggung. Now this time, aku mau ngajak The Killa and my fans buat bentuk konserku together from day-1! i think it’s xtra fun to see their ideas, then I make it happen untuk bagian dari penampilan aku,” ujar Naykilla.

Naykilla kemudian menyampaikan pandangannya dalam bahasa Indonesia. “Biasanya kami sebagai musisi yang menyiapkan apa yang akan dibawakan di atas panggung. Kali ini, kami ingin mengajak fans ikut membentuk konsernya sejak awal. Buat aku, seru banget melihat ide dan pilihan mereka kemudian benar-benar diwujudkan menjadi bagian dari pertunjukan.”

Rangkaian menuju konser akan berlangsung secara bertahap. Fans yang ingin terlibat dapat terlebih dahulu bergabung dengan komunitas AntiNRML di Facebook. Setelah itu, mereka dapat mengikuti aktivitas co-creation mingguan di Facebook Group Warga Antimobs dari AntiNRML.

Pada tahap ini, penggemar dapat memberikan ide, memilih opsi, dan menyampaikan preferensi. Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan elemen-elemen tertentu dalam konser.

Perkembangan persiapan juga dapat dipantau melalui Facebook. AntiNRML akan membagikan informasi mengenai musisi yang tampil sekaligus memperlihatkan bagaimana kontribusi fans diterjemahkan ke dalam pertunjukan.

Pada hari pelaksanaan, 6 November 2026, hasil proses tersebut akan ditampilkan melalui Facebook Live. Audiens yang menyaksikan secara daring juga akan mendapatkan elemen interaktif sehingga tetap dapat terlibat selama konser.

Bagi Facebook, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana fitur komunitas dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan orang berdasarkan minat yang sama. Groups, Reels, dan berbagai fitur Facebook lainnya memungkinkan pengguna tidak hanya berkumpul, tetapi juga ikut menciptakan pengalaman bersama.

Dengan demikian, konser Hipdut Facebook dan AntiNRML menghadirkan pola baru dalam hubungan antara musisi dan penggemar. Ide yang biasanya datang dari tim kreatif dan musisi kini juga dapat berasal dari komunitas yang menikmati musik tersebut.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.