Dari Voice Note 2021 hingga EP “Constant Changes”, Begini Perjalanan Kreatif Float Melahirkan “Yang Kembali Pulih”
Berawal dari Voice Note pada 2021, “Yang Kembali Pulih” berkembang menjadi salah satu fondasi EP Constant Changes. Float menerjemahkan perjalanan pulih dari luka melalui aransemen yang penuh energi dan optimisme.
TRENDINGENTERTAINMENT


Jakarta, Indo Katarsis — Sebuah lagu bisa lahir dari ide sederhana, tetapi membutuhkan perjalanan panjang sebelum akhirnya sampai ke telinga pendengar. Hal tersebut dialami Float dalam proses menghadirkan “Yang Kembali Pulih”, single terbaru yang menjadi bagian penting dari EP Constant Changes.
Float resmi merilis EP Constant Changes bersama single “Yang Kembali Pulih”. Karya terbaru ini membawa pesan tentang proses menghadapi luka, bangkit dari keterpurukan, serta keberanian untuk tidak membiarkan kecemasan menjadi penghalang dalam menjalani kehidupan.
Menariknya, perjalanan “Yang Kembali Pulih” ternyata sudah dimulai sejak 2021. Binsar Tobing, pemain bass Float, mengungkapkan bahwa materi awal lagu berasal dari Voice Note yang dibuat oleh vokalis sekaligus penulis lagu Float, Hotma “Meng” Roni Simamora.
“Lagu ini berawal dari Voice Note Meng di tahun 2021, dan di sini gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagunya terasa kokoh menghantam keraguan,” jelas Binsar.
Dari materi sederhana tersebut, lagu kemudian berkembang melalui berbagai proses eksplorasi. Meng menyebut “Yang Kembali Pulih” sebagai salah satu pondasi awal EP yang digarap pada masa transisi pasca-pandemi pada 2023.
Secara gagasan, lagu ini berangkat dari konsep “bilur” atau bekas luka. Bagi Meng, luka tidak selalu berarti kehancuran. Ketika seseorang mampu melewatinya dengan keyakinan, luka justru dapat menjadi simbol kekuatan.
“Berangkat dari kata ‘bilur’ atau bekas luka, luka yang dibasuh iman justru menyimbolkan kekuatan. Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit. Kecemasan nggak boleh jadi rintangan. Lagu ini mebawa spirit untuk berani menerjang badai,” ungkap Meng.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam aransemen oleh seluruh personel. Salah satu bagian yang mengalami eksplorasi cukup panjang adalah drum.
Timur Segara mengatakan proses rekaman drum sempat diwarnai perdebatan kreatif. Pada tahap awal, aransemen lagu memiliki nuansa megah, sementara pukulan drum pada rekaman pertama dinilai terlalu liar.
Namun, karakter tersebut justru dianggap mampu mewakili proses pemulihan yang menjadi inti lagu. Bagi Float, kembali pulih bukanlah proses yang berlangsung seketika.
“Proses rekamannya cukup panjang. Waktu awal rekaman, aransemennya ngasih vibe megah banget. Begitu lirik dari Meng jadi, pukulan drum di take awal sempat dinilai terlalu liar. Tapi kita sepakat proses ‘kembali pulih’ dari sebuah luka itu kan nggak instan; ada sebuah proses berdarah-darah, perjuangan, dan gejolak emosi di sana,” cerita Timur.
Dinamika tersebut kemudian bertemu dengan permainan gitar Davin Qlintang. Dalam penggarapan EP Constant Changes, Davin menjelaskan bahwa permainan gitarnya banyak menyesuaikan ritme, tema, dan pola pada setiap lagu.
Khusus “Yang Kembali Pulih”, unsur gitar diarahkan untuk mengikuti aransemen yang telah dibangun sehingga karakter optimistis lagu dapat semakin terasa.
“Isian gitar gue di EP kali ini yang pasti hampir semuanya ikut atau menyesuaikan dengan ritme, tema, lalu pattern di setiap bentuk lagunya. Dan khususnya di lagu YKP (Yang Kembali Pulih) itu isiannya juga sudah kelihatan utuh ya, semangat, optimis. Jadi, gue mengikuti di pattern atau ritme di aransemen lagu itu,” tegas David.
Bagi Float, perilisan Constant Changes bukan hanya tentang menghadirkan musik baru. Mereka juga membuka ruang interaksi langsung bersama Floatmates, sebutan bagi para penikmat musik Float, melalui acara Float to Nature.
Acara tersebut menjadi bagian dari perayaan perilisan EP sekaligus wadah bagi Floatmates untuk menikmati karya terbaru dalam suasana berbeda. Berlangsung selama tiga hari dua malam di ruang terbuka, Float to Nature juga menghadirkan kesempatan bagi para penggemar untuk mendapatkan kaset fisik Constant Changes.
EP terbaru Float tersebut terdiri dari empat lagu. Selain “Yang Kembali Pulih”, terdapat “Emily”, “Dimabuk Cahaya”, dan “The Mirror Song (Constant Change)”.
Saat ini Constant Changes bersama single “Yang Kembali Pulih” telah resmi tersedia di seluruh platform digital streaming di Indonesia.
Melalui karya tersebut, Float membawa satu pesan utama: proses pulih memang membutuhkan waktu. Luka, keraguan, dan berbagai gejolak dalam perjalanan hidup bukan alasan untuk berhenti. Justru dari proses itulah keberanian dapat tumbuh.
Float pun mengajak pendengarnya untuk merangkul luka, menyalakan keberanian, dan bersiap menjadi penerjang badai bersama mereka.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
