Debut Sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet Hadirkan Iqbaal Ramadhan sebagai Komplotan Copet Konser
Terinspirasi dari pengalaman nyata di dunia musik, Operasi Pesta Copet menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod yang menggabungkan drama, komedi, dan kritik sosial. Film ini juga menandai transformasi besar Iqbaal Ramadhan sebagai aktor sekaligus produser kreatif.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis – Industri perfilman Indonesia akan kedatangan film unik yang memadukan dunia musik, komedi, dan kritik sosial. Film tersebut adalah Operasi Pesta Copet, karya terbaru Imajinari yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai Agustus 2026. Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod yang selama ini dikenal sebagai drummer band Seringai serta sosok kreatif di balik berbagai pertunjukan musik besar di Indonesia.
Menggandeng festival musik Pestapora sebagai latar utama cerita, Operasi Pesta Copet mengikuti perjalanan sekelompok pencopet yang beroperasi di tengah keramaian konser. Para karakter tersebut diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba.
Teaser poster yang dirilis langsung menarik perhatian publik karena menampilkan perubahan drastis penampilan para pemain, terutama Iqbaal Ramadhan yang tampil dengan gaya khas anak jalanan. Menurut produser Ernest Prakasa, film ini merupakan proyek paling ambisius yang pernah digarap oleh Imajinari.
"Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini," ujar Ernest.
Keberanian tersebut terlihat dari penggunaan lokasi festival musik sungguhan yang dipenuhi puluhan ribu penonton. Selain menawarkan skala produksi besar, film ini juga membawa tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ernest menjelaskan bahwa alasan utama film ini dibuat adalah karena adanya pesan sosial yang kuat mengenai ketimpangan ekonomi.
Sementara itu, Edy Khemod menyebut cerita film terinspirasi dari pengalaman nyata yang pernah ia alami selama berkarier di industri musik. Ia melihat kasus pencopetan bukan hanya persoalan kriminalitas biasa, melainkan juga gejala sosial yang berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
"Cerita ini berangkat dari kisah nyata yang saya alami bersama Seringai," ungkap Edy.
Melalui pendekatan drama komedi, Edy ingin menyampaikan kritik sosial tanpa menggurui penonton.
"Saya juga ingin menyampaikan kritik sosial lewat copet konser, tentang adanya tekanan ekonomi dan tidak adanya pilihan lain dalam hidup," katanya.
Di sisi lain, Iqbaal Ramadhan mengaku sangat menikmati proses transformasi karakter yang dijalaninya. Pengalaman tersebut bahkan menghasilkan kejadian lucu saat proses syuting berlangsung.
"Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora," ujarnya.
Tak hanya tampil di depan kamera, Iqbaal juga menjalani debut sebagai produser kreatif dalam film ini. Ia menyebut Operasi Pesta Copet sebagai proyek paling kompleks yang pernah ia kerjakan selama berkarier di industri kreatif.
Kehadiran film ini sekaligus menjadi kolaborasi unik antara dunia musik dan perfilman Indonesia. Dengan dukungan Pestapora sebagai salah satu festival musik terbesar di Tanah Air, Operasi Pesta Copet diharapkan mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda sekaligus relevan dengan realitas sosial masyarakat Indonesia saat ini.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
