Desember Jani Jadi All Women Project Palari Films, Ariani Darmawan Kembali ke Dunia Film

Sepuluh hari sejak Julia pergi, hubungan Jani dan ibunya semakin renggang. Sebuah rahasia membuat Jani harus memilih antara menjaga kakaknya atau berkata jujur.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

9/22/20264 min read

Jakarta, Indo Katarsis – Palari Films memperkenalkan film terbarunya, Desember Jani, sebagai proyek yang melibatkan perempuan dalam berbagai posisi penting di balik layar maupun di depan kamera. Film yang mengusung konsep All Women Project ini merilis teaser trailer dan music video original soundtrack (OST) pada 14 September 2026.

Dalam acara media gathering di ForkSteel, Kuningan, Jakarta Selatan, Palari Films juga mengumumkan keterlibatan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Film Desember Jani dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026. Proyek ini digarap oleh sutradara Ariani Darmawan, dengan Meiske Taurisia sebagai produser dan novelis Cyntha Hariadi yang menjalani debut penulisan skenario.

Di jajaran pemeran, film ini menghadirkan empat perempuan dari lintas generasi, yakni Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika. Melalui kisah keluarga yang terdiri dari Oma, ibu, dan dua anak perempuan, Desember Jani mengangkat persoalan yang dekat dengan keseharian, seperti jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.

Ariani Darmawan Kembali Menyutradarai Film

Bagi Ariani Darmawan, Desember Jani menjadi penanda kembalinya dirinya ke dunia film setelah lama hiatus. Dalam proyek ini, Ariani mengarahkan cerita tentang keluarga yang menghadapi persoalan hubungan dan kesulitan menyampaikan perasaan secara terbuka.

“Desember Jani adalah film tentang sebuah keluarga yang tidak sempurna tapi masih mau mencoba. Bagaimana hubungan keluarga yang terkadang tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan. Rasanya berbicara jujur apa adanya, mungkin cara terbaik untuk mendekatkan kembali satu sama lain,” tambah sutradara Ariani Darmawan.

Film ini menggambarkan bagaimana kejujuran dan komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun kembali kedekatan keluarga. Produser Meiske Taurisia juga menyoroti pentingnya kemampuan berbicara dan mendengarkan, terutama ketika ruang interaksi anak dan remaja semakin luas, termasuk melalui dunia digital.

“Saat ruang interaksi semakin luas dan tak berbatas, termasuk dunia digital, maka kemampuan ‘berbicara’ & ‘mendengarkan’ are the muscle we need to exercise. Dan latihan di rumah bersama keluarga, idealnya menjadi tempat utama bagi anak dan remaja. Sayangnya keluarga tak pernah ideal, tidak terkecuali keluarga Jani,” ujar produser Meiske Taurisia.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu landasan tema film yang menempatkan keluarga sebagai ruang penting bagi komunikasi, meskipun tidak selalu berjalan ideal.

Kisah Empat Perempuan dalam Satu Keluarga

Teaser trailer Desember Jani memperkenalkan Winnie, seorang ibu yang diperankan Sigi Wimala. Ia tinggal bersama anak keduanya, Jani (Chempa Puteri), dan ibunya, Oma (Tutie Kirana). Sementara itu, Julia (Hyori Mika), anak pertama Winnie, memilih pergi dari rumah. Kepergian tersebut membuat Winnie merasa harus bertanggung jawab terhadap keluarganya, sembari menghadapi perasaan dan emosi yang muncul.

Dalam sinopsis resmi, Julia diceritakan telah pergi tanpa pamit selama sepuluh hari. Jani hanya menginginkan kakaknya pulang, tetapi kepergian Julia membuat hubungan Jani dengan Winnie semakin renggang. Jani menyalahkan ibunya, sedangkan Winnie terus bekerja sambil menyimpan rasa bersalah. Di tengah persoalan tersebut, Oma menjadi tempat Jani merasa nyaman. Sehari-hari, Oma berjualan lumpia dan menjadi sosok yang memberikan ruang bagi Jani di rumah.

Namun, ada rahasia yang belum diketahui anggota keluarga lainnya. Jani ternyata masih berkomunikasi dengan Julia secara diam-diam. Dalam empat hari di bulan Desember, rahasia tersebut membawa keluarga ini pada percakapan yang selama ini mereka hindari. Jani kemudian harus memilih antara terus menjaga rahasia kakaknya atau mengatakan kebenaran.

Sigi Wimala Bicara tentang Kompleksitas Keluarga

Sigi Wimala, pemeran Winnie, mengungkapkan bahwa Desember Jani menggambarkan dinamika emosi empat perempuan dari tiga generasi. Ia melihat bahwa hubungan keluarga tidak selalu sederhana. Perasaan cinta, gengsi, dan kerinduan dapat hadir bersamaan, bahkan ketika seseorang memilih menjaga jarak.

“‘Tidak semua yang pergi benar-benar hilang.’ Mungkin itu juga bisa menggambarkan bahwa yang pergi itu bisa jadi tidak selamanya, bisa jadi sementara. Apa yang terjadi di keluarga ini adalah bentuk ekspresi cinta, dengan berbagai layer dan kompleksitas. Gengsi tapi rindu, namun lebih baik tidak bertemu. Semua itu rasanya ada di dalam keluarga dan itu yang tetap menjadikannya sebuah keluarga,” ujar Sigi Wimala.

Pernyataan Sigi memperlihatkan salah satu sisi yang diangkat film ini, yakni ikatan keluarga yang tetap ada meskipun hubungan di dalamnya sedang mengalami persoalan.

Luna Maya Bangga Menjadi Bagian dari All Women Project

Keterlibatan Luna Maya sebagai produser eksekutif menjadi salah satu pengumuman dalam peluncuran Desember Jani. Palari Films menyebut kehadiran Luna sekaligus memperkuat proyek yang digawangi perempuan, mulai dari jajaran pemeran hingga sutradara, produser, dan produser eksekutif. Luna mengaku antusias dapat bergabung dalam proyek tersebut. Ia menyebut film ini memberikan warna berbeda sekaligus pengalaman baru baginya.

“Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Sebuah film dengan warna lain yang hangat dari Palari Films, yang selama ini selalu menjaga kualitas filmnya di bioskop, dan berdaya saing di festival film internasional. Saya juga bangga menjadi bagian dari All Women Project ini,” ungkap Luna Maya.

Hyori Mika dan Chempa Puteri Bawakan OST Kopi Kaleng

Selain teaser trailer, Palari Films merilis music video OST Kopi Kaleng, lagu ciptaan Harlan Boer yang diaransemen ulang dan dibawakan oleh Hyori Mika serta Chempa Puteri. Hyori Mika tidak hanya menjadi salah satu pemeran film, tetapi juga menyutradarai dan mengedit music video tersebut.

Video musik ini menampilkan relasi sisterhood yang kompak dan hangat antara karakter Julia dan Jani, dua saudara perempuan yang menjadi pusat cerita. Peluncuran teaser trailer, music video OST, dan pengumuman Luna Maya sebagai produser eksekutif dilakukan dalam acara media gathering di ForkSteel, restoran bergaya industrial yang beroperasi 24 jam di Kuningan, Jakarta Selatan.

ForkSteel berada di bawah ekosistem grup F&B Fork yang berasal dari Bandung dan kini mengembangkan ekspansinya ke Jakarta. Keterlibatannya dalam acara tersebut juga berkaitan dengan proses produksi film yang seluruhnya dilakukan di Bandung.

Palari Films Hadirkan Kisah Keluarga di Bioskop

Palari Films merupakan perusahaan produksi film yang didirikan pada 2016 di Jakarta dan dipimpin produser Meiske Taurisia serta Muhammad Zaidy. Perusahaan ini pernah memproduksi sejumlah film, antara lain Posesif (2017), Aruna & Lidahnya (2018), Ali & Ratu-Ratu Queens (2021), Piknik Pesona (2022), Dear David (2023), dan Kabut Berduri (2024).

Melalui Desember Jani, Palari Films menghadirkan cerita tentang hubungan keluarga yang tidak selalu mudah, tetapi masih menyimpan ruang untuk mencoba memperbaiki keadaan. Film yang melibatkan sineas perempuan lintas bidang ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.

Kontributor: Sarah LImbeng | Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.