Dokumenter Invisible Hopes Angkat Realitas Anak yang Lahir di Penjara

Lebih dari 150 peserta menghadiri pemutaran film Invisible Hopes yang menyoroti kisah nyata ibu hamil di penjara. Diskusi yang digelar PNPS GMKI bersama Lam Horas Film ini menjadi momentum penting untuk memperkuat advokasi perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

EVENT

Redaksi Indo Katarsis

3/9/20261 min read

Indo Katarsis — Film dokumenter Invisible Hopes kembali menjadi sorotan publik dalam peringatan International Women’s Day 2026. Film ini diputar dalam acara diskusi yang diselenggarakan Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) bersama Lam Horas Film di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Film karya Lamtiar Simorangkir tersebut mengangkat kisah nyata ibu hamil yang menjalani masa hukuman serta anak-anak yang lahir dan tumbuh di dalam penjara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pemasyarakatan masih menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan perlindungan optimal bagi perempuan dan anak.

Acara ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, jurnalis, mahasiswa, serta perwakilan diplomatik. Lamtiar menegaskan bahwa pemutaran film ini merupakan bagian dari kampanye advokasi yang bertujuan mendorong perubahan kebijakan.

“Kegiatan ini diharapkan memperkuat dampak advokasi melalui film ‘Invisible Hopes’ sekaligus membangun komitmen lintas sektor untuk mengambil langkah nyata,” ujarnya.

Menurutnya, stigma terhadap narapidana perempuan sering membuat kondisi anak-anak mereka luput dari perhatian publik.

“Jika kita tidak mau ‘melihat’ para ibu ini karena mereka adalah narapidana, maka lihatlah anaknya. Jangan biarkan mereka menanggung hukuman yang bukan milik mereka,” kata Lamtiar.

Ketua Umum PNPS GMKI William Sabandar menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan untuk membangun kesadaran sosial.

“Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi perjalanan bersama untuk memahami persoalan gender, budaya, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Sebagai penutup acara, para peserta dari 15 lembaga menandatangani poster komitmen bersama sebagai langkah simbolis untuk memperkuat advokasi perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

Sejak dirilis pada 2021, Invisible Hopes telah diputar di berbagai forum publik, kampus, komunitas, hingga konferensi hak asasi manusia di tingkat internasional. Film ini juga menjadi bagian dari kampanye advokasi untuk memastikan hak narapidana perempuan hamil dan anak-anak yang lahir di penjara dapat terpenuhi secara lebih manusiawi.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.