“Dunia Dalam Sepotong Naskah”: Saat Tokoh Menantang Penciptanya, LSPR Teatro Masuk 5 Besar FTKJ 2026
Musikal “Dunia Dalam Sepotong Naskah” mengeksplorasi batas realitas dan imajinasi hingga membawa LSPR Teatro meraih prestasi di FTKJ 2026.
TRENDINGEVENTENTERTAINMENT


Jakarta, Indo Katarsis — Bagaimana jika tokoh yang diciptakan seorang penulis tiba-tiba mempertanyakan keputusan penciptanya? Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk cerita musikal “Dunia Dalam Sepotong Naskah” yang membawa LSPR Teatro meraih prestasi di Festival Teater Kampus Jakarta (FTKJ) 2026.
LSPR Teatro berhasil meraih Grup Terbaik III dari 15 grand finalis FTKJ 2026. Sementara penghargaan Aktor Terbaik diberikan kepada Fernleigh Ansel, mahasiswa kelas 29PRCG-INT’L.
Prestasi tersebut diumumkan dalam Malam Anugerah FTKJ 2026 yang berlangsung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Tidak berhenti pada dua penghargaan, LSPR Teatro juga berhasil menembus lima besar pada kategori Sutradara Terbaik, Penata Cahaya Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Panggung Terbaik, serta Penata Kostum & Rias Terbaik.
Capaian tersebut melengkapi perjalanan Annual Production ke-24 LSPR Teatro melalui karya musikal orisinal “Dunia Dalam Sepotong Naskah” karya Rizki Ramadhana.
Sebelum tampil dalam rangkaian FTKJ 2026, pertunjukan tersebut dipentaskan pada Senin, 24 Agustus 2026 di Amani Palladium Theater, LSPR Transpark Bekasi.
Cerita “Dunia Dalam Sepotong Naskah” mengikuti seorang penulis perfeksionis yang mengalami kebuntuan kreatif. Di tengah kondisi tersebut, tokoh-tokoh dalam naskahnya seolah hidup dan mulai mempertanyakan keberadaan serta keputusan sang pencipta.
Konflik kemudian bergerak lebih jauh. Penonton tidak hanya diajak menyaksikan persoalan seorang penulis yang kehilangan kendali terhadap karakter ciptaannya, tetapi juga diajak mempertanyakan hubungan antara pencipta dan karya.
Di dalamnya terdapat persoalan tentang ambisi menghasilkan karya sempurna, identitas, kebebasan, serta situasi ketika sebuah karya mulai memiliki suara sendiri. Batas antara realitas dan imajinasi pun perlahan menjadi semakin tipis.
Untuk menyampaikan cerita tersebut, LSPR Teatro menggunakan format teater musikal yang menggabungkan akting, musik, vokal, koreografi, tata artistik, kostum, pencahayaan, serta berbagai elemen visual.
Kolaborasi berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa produksi teater membutuhkan lebih dari sekadar pemain. Di balik panggung terdapat proses panjang yang melibatkan pembacaan naskah, pendalaman karakter, latihan vokal dan koreografi, technical rehearsal, hingga pengembangan musik serta berbagai kebutuhan artistik.
Kepala Departemen Kemahasiswaan LSPR Institute, Greta Mulyosantoso, mengatakan keikutsertaan LSPR Teatro dalam kompetisi tersebut bermula dari sebuah tantangan.
Menurut Greta, keraguan terhadap kemampuan diri menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi para anggota sebelum mereka akhirnya berani membawa karya ke ruang kompetisi.
“Ketika pertama kali diberikan tantangan untuk mengikuti kompetisi ini, saya melihat masih ada keraguan dalam diri mereka terhadap kemampuan yang mereka miliki. Namun, pada akhirnya mereka berhasil mengalahkan musuh terbesarnya, yaitu dirinya sendiri. Mereka memilih untuk percaya, berproses, dan terus berjuang,” ujar Greta.
Ia menilai penghargaan yang diraih tidak semata-mata menjadi ukuran keberhasilan di kompetisi.
“Hari ini, kita melihat buah dari kegigihan dan kerja kolektif mereka. Penghargaan ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang keberanian mereka untuk melangkah lebih jauh dari apa yang sebelumnya mereka pikir mampu mereka lakukan,” lanjutnya.
Bagi Greta, pengalaman produksi teater juga berkaitan dengan pembentukan karakter mahasiswa. Setiap orang memiliki tanggung jawab berbeda, mulai dari pemain hingga tim produksi. Karena itu, komunikasi, disiplin, pemecahan masalah, dan kemampuan bekerja sama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh pemain, sutradara, tim produksi, dan semua pihak yang berada di balik pertunjukan ini. Mereka membuktikan bahwa ketika talenta dipertemukan dengan kegigihan, disiplin, dan kerja kolektif, hasilnya dapat melampaui ekspektasi,” kata Greta.
Sementara itu, sutradara Azalia Fathin menempatkan proses penciptaan karya sebagai bagian penting dari pengalaman para mahasiswa. Ia ingin pertunjukan tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus ruang dialog mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi saat ini.
“Sebagai sutradara, saya ingin menghadirkan sebuah pengalaman teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton berdialog tentang kreativitas, identitas, dan kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi,” ujar Azalia.
Menurutnya, keterlibatan dalam produksi juga menjadi kesempatan bagi setiap anggota untuk belajar dan berkembang melalui proses penciptaan karya. Ia berharap “Dunia Dalam Sepotong Naskah” mampu menjadi pengalaman yang relevan bagi generasi saat ini dan memperlihatkan bahwa teater musikal tetap memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan.
Kini, penghargaan FTKJ 2026 menjadi bagian dari perjalanan LSPR Teatro. Grup Terbaik III, Aktor Terbaik, serta masuknya karya tersebut dalam jajaran lima besar berbagai kategori menunjukkan bahwa apresiasi diberikan tidak hanya terhadap penampilan aktor, tetapi juga terhadap berbagai unsur artistik yang membangun pertunjukan secara keseluruhan.
Melalui “Dunia Dalam Sepotong Naskah”, LSPR Teatro menunjukkan bahwa panggung kampus dapat menjadi ruang untuk bereksperimen, berkolaborasi, menemukan identitas, dan menciptakan karya baru.
LSPR Teatro merupakan unit kegiatan mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business yang berdiri sejak 2001. Unit tersebut bergerak di bidang seni pertunjukan dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan produksi melalui berbagai kegiatan dan pementasan teater.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
