Elang El Gibran Tampil Berbeda di 402 Rumah Sakit Angker Korea, Siap Bikin Penonton Emosi Lewat Karakter Bara

Elang El Gibran mengaku harus mengeluarkan sisi "nakal" yang belum pernah ditampilkan sebelumnya demi memerankan Bara, karakter paling red flag di film horor terbaru garapan Anggy Umbara.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

7/22/20263 min read



Indo Katarsis – Aktor muda Elang El Gibran kembali memperluas eksplorasi aktingnya lewat film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea produksi MD Pictures. Jika selama ini publik mengenalnya sebagai sosok kalem dengan citra "mas-mas Jawa", kali ini Elang justru tampil sebagai karakter yang dipastikan akan membuat penonton naik darah.

Dalam film garapan sutradara Anggy Umbara tersebut, Elang memerankan Bara, salah satu anggota kelompok kreator konten horor Para Pencari Hantu. Bersama rekan-rekannya, Bara menjalankan misi menegangkan dengan melakukan siaran langsung dari sebuah rumah sakit angker di Korea Selatan demi mengejar target tiga juta penonton.

Cerita 402 Rumah Sakit Angker Korea berangkat dari fenomena yang akrab dengan kehidupan digital saat ini. Persaingan antarkreator konten membuat banyak orang berlomba-lomba menghadirkan tayangan yang ekstrem agar mampu menarik perhatian publik. Dalam film ini, ambisi tersebut menjadi awal dari rentetan kejadian mengerikan yang sulit dibayangkan.

Kelompok Para Pencari Hantu memutuskan memasuki rumah sakit yang terkenal angker. Mereka percaya lokasi tersebut akan menjadi konten yang mampu menarik jutaan penonton secara langsung. Namun, keputusan itu justru membawa mereka ke dalam situasi yang berubah menjadi mimpi buruk.

Di tengah ancaman yang terus bermunculan, Bara menjadi sosok yang tetap bersikeras melanjutkan siaran langsung. Baginya, target tiga juta viewers harus tercapai apa pun risikonya. Karakter inilah yang kemudian memicu berbagai konflik di dalam kelompok.

Elang mengungkapkan bahwa memerankan Bara bukan perkara mudah. Ia harus meninggalkan karakter lembut yang selama ini melekat pada dirinya dan menghadirkan sosok yang egois, keras kepala, sekaligus haus popularitas.

"Kalau dari aku pribadi, yang paling menantang untuk karakter ini adalah gimana aku harus ngeluarin sisi 'nakal' dari Elang. Karena di film ini, kalian bakal bete abis sama karakter Bara," ujar Elang.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa Bara bukan sekadar karakter pendukung biasa. Ia menjadi tokoh yang menggerakkan konflik sekaligus menghadirkan ketegangan emosional sepanjang cerita.

Karakter Bara digambarkan sebagai representasi sebagian kreator konten yang rela melakukan apa saja demi angka penonton. Ambisi tersebut membuatnya sering mengambil keputusan yang membahayakan seluruh anggota tim.

Transformasi Elang menjadi Bara juga menjadi bukti kemampuannya keluar dari zona nyaman. Selama ini, ia lebih sering dikenal lewat karakter yang tenang dan bersahabat. Namun di film ini, penonton akan melihat sisi lain yang sama sekali berbeda.

Meski harus memerankan karakter yang penuh sisi negatif, Elang justru menikmati proses syuting film ini. Berbeda dengan anggapan banyak orang yang menganggap lokasi horor sebagai tempat menyeramkan, ia justru merasa tertantang.

Menurut Elang, kecintaannya terhadap cerita-cerita mistis membuat pengalaman syuting 402 Rumah Sakit Angker Korea terasa menyenangkan sekaligus berkesan.

"Sebagai seseorang yang seneng banget sama hal-hal mistis kayak di sini, justru ini jadi pengalaman yang menarik banget buatku. Benar-benar pengalaman syuting yang beda," katanya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa proses produksi film ini terasa berbeda dibanding proyek-proyek sebelumnya. Atmosfer lokasi yang mencekam dipadukan dengan cerita mengenai rumah sakit berhantu memberikan pengalaman baru bagi seluruh pemain.

Selain menawarkan adegan-adegan horor yang menegangkan, film ini juga mengangkat kritik sosial mengenai budaya mengejar popularitas di era digital. Keinginan untuk viral sering kali membuat seseorang mengesampingkan keselamatan, etika, bahkan nyawa sendiri.

Pesan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama 402 Rumah Sakit Angker Korea. Film ini tidak hanya menyuguhkan kemunculan sosok-sosok menyeramkan dan kejutan horor, tetapi juga mengajak penonton melihat dampak buruk ketika ambisi mengalahkan akal sehat.

Dari sisi produksi, Anggy Umbara menghadirkan nuansa horor yang dipadukan dengan dinamika kehidupan para kreator konten. Perpaduan dua elemen tersebut membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini sekaligus memberikan pengalaman menonton yang berbeda.

Film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain muda yang tengah mencuri perhatian, seperti Arbani Yasiz, Saputra Kori, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Jang Hansol, dan Aylena Fusil. Kehadiran mereka melengkapi perjalanan menegangkan para kreator konten yang harus menghadapi teror di Ruang 402.

Bagi penonton yang penasaran seperti apa transformasi Elang El Gibran menjadi karakter yang disebutnya paling "red flag", 402 Rumah Sakit Angker Korea menawarkan jawaban melalui cerita yang dipenuhi ketegangan, konflik antarkarakter, dan teror supranatural.

Akankah Bara berhasil membawa timnya mencapai target tiga juta viewers? Atau justru ambisi tersebut menjadi awal kehancuran mereka?

Jawabannya bisa disaksikan dalam 402 Rumah Sakit Angker Korea yang masih tayang di bioskop seluruh Indonesia dan siap memberikan pengalaman horor yang memacu adrenalin.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.