Empat Nominasi Festival Film Tempo 2025 Diraih Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet)

FILM

Redaksi Indo Katarsis

1/17/20262 min read

Indo Katarsis — Prestasi membanggakan kembali diraih film Indonesia melalui Esok Tanpa Ibu (Mothernet) yang sukses mengantongi empat nominasi di Festival Film Tempo 2025. Film ini merupakan kolaborasi internasional antara BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media. Pencapaian tersebut memperkuat posisi Mothernet sebagai film dengan pendekatan cerita yang segar dan berbeda. Film ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026.

Empat nominasi yang diraih meliputi kategori Film Unggulan, Aktris Utama Unggulan, Aktor Utama Unggulan, serta Penulis Skenario Unggulan. Dian Sastrowardoyo dan Ali Fikry menjadi sorotan utama lewat peran mereka yang dinilai kuat dan emosional. Sementara itu, naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief. Kombinasi tersebut menghadirkan cerita yang menyentuh sekaligus relevan dengan isu kekinian.

Produser film, Shanty Harmayn, menyampaikan bahwa nominasi ini memiliki makna besar bagi perjalanan Esok Tanpa Ibu. “Ini sangat berarti bagi perjalanan film kami,” kata Shanty dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa film ini diharapkan dapat memperluas diskusi publik tentang relasi keluarga dan teknologi. Isu tersebut menjadi inti cerita yang dekat dengan realitas masyarakat modern.

Sebelum masuk Festival Film Tempo, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) telah menorehkan prestasi di berbagai festival film bergengsi. Film ini tampil di Vision Asia Busan International Film Festival 2025 sebagai world premiere. Selanjutnya, film ini berkompetisi di JAFF 2025 dan masuk dalam program Indonesian Screen Awards. Rangkaian festival tersebut menunjukkan penerimaan positif dari kalangan kritikus dan penonton.

Dian Sastrowardoyo menilai Festival Film Tempo memiliki peran strategis dalam ekosistem perfilman Indonesia. “Festival Film Tempo menjadi ruang diskursus yang penting bagi sineas, penonton, dan kritikus,” ujarnya. Menurut Dian, dialog yang terbentuk dari festival semacam ini sangat dibutuhkan untuk mendorong kualitas film nasional. Film ini pun diharapkan mampu memperluas jangkauan diskusi tersebut.

Menjelang penayangan nasional, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) akan menggelar pemutaran awal di 10 kota di Indonesia pada 17 dan 18 Januari 2026. Film ini disutradarai oleh Ho Wi-ding dan dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena. Dengan cerita yang kuat dan pencapaian festival yang konsisten, Esok Tanpa Ibu menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti tahun ini.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.

Related Stories