Film MAJU Angkat Isu Anti-Bullying hingga Bahaya Narkoba Lewat Petualangan Empat Sahabat
Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula tak hanya menawarkan petualangan penuh misteri, tetapi juga mengangkat berbagai isu penting yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja, mulai dari anti-bullying hingga bahaya narkoba.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan tontonan keluarga yang menggabungkan unsur hiburan dan edukasi. Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula yang akan tayang pada 6 Agustus 2026 hadir membawa berbagai pesan penting bagi anak-anak dan remaja Indonesia.
Melalui special screening yang digelar Panen Entertainment pada Senin (15/6/2026), film ini diperkenalkan sebagai karya yang tidak hanya menawarkan petualangan seru, tetapi juga mengangkat berbagai isu sosial yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Panen Entertainment menjelaskan bahwa film MAJU lahir dari semangat untuk menghadirkan cerita yang mampu menghibur sekaligus memberikan inspirasi bagi anak-anak Indonesia. Karena nilai-nilai yang diusung tersebut, film ini mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurut pihak rumah produksi, terdapat kesamaan visi antara film MAJU dengan misi kedua lembaga tersebut dalam membangun generasi muda yang berkarakter kuat dan berdaya saing.
“Kesamaan misi tersebut mulai dari pentingnya peran keluarga, pemberdayaan guru, inklusi sosial, sikap anti perundungan, kemampuan berinisiatif dan critical thinking, hingga kesadaran akan bahaya laten narkoba,” tulis Panen Entertainment.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan para tokoh utama film.
Cerita dimulai ketika empat sahabat bernama Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas melakukan perjalanan survei lokasi jambore bersama guru mereka, Pak Wira.
Awalnya perjalanan berlangsung menyenangkan. Namun situasi berubah drastis ketika Bagas yang belakangan menunjukkan perilaku tidak biasa tiba-tiba menghilang secara misterius. Petunjuk yang tersisa hanyalah potongan kembang gula kesukaannya.
Kehilangan tersebut memaksa ketiga sahabatnya untuk melakukan pencarian yang penuh tantangan. Dalam perjalanan itu, mereka belajar mengenai arti keberanian, kepedulian, kerja sama, dan pentingnya mengambil keputusan yang tepat.
Melalui kisah tersebut, film MAJU ingin menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika didukung lingkungan yang sehat dan positif. Pesan mengenai anti-bullying juga menjadi salah satu sorotan utama. Di tengah meningkatnya kasus perundungan di lingkungan pendidikan, film ini berupaya mengajak penonton memahami pentingnya menghormati perbedaan dan membangun empati terhadap sesama.
Selain itu, isu bahaya narkoba yang kini semakin banyak menyasar usia muda turut menjadi perhatian. Kehadiran dukungan dari BNN memperlihatkan bahwa film ini juga membawa pesan preventif bagi generasi muda agar lebih waspada terhadap ancaman narkotika.
Tak hanya mengandalkan cerita, film MAJU juga menampilkan keindahan Yogyakarta sebagai lokasi utama pengambilan gambar.
Seluruh proses produksi dilakukan di kota tersebut, termasuk melibatkan aktor dan aktris muda lokal sebagai pemeran utama.
Deretan pemain yang terlibat antara lain Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Bukie B. Mansyur, Unang Bagito, serta Sarah Sechan. Film ini disutradarai Franklin Darmadi dan diproduseri Silvia Yunita.
Sebagai pelengkap cerita, Panen Entertainment juga memperkenalkan dua lagu original soundtrack berjudul “MAJU” dan “TEMAN SELALU”. Lagu “MAJU” mengangkat tema semangat kebersamaan dan perjuangan meraih cita-cita. Sementara “TEMAN SELALU” berbicara mengenai arti persahabatan yang tulus dan saling mendukung.
Kedua lagu tersebut dinyanyikan oleh para pemeran film dan telah tersedia di platform digital. Dengan kombinasi petualangan, misteri, aksi, persahabatan, serta pesan moral yang kuat, film MAJU diharapkan dapat menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan inspirasi bagi anak-anak Indonesia.
Panen Entertainment berharap semangat yang diusung film ini dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Agar semangat untuk maju dapat menjadi bagian dari semangat yang selalu ada di kehidupan kita semua,” demikian pesan yang disampaikan rumah produksi.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
