Film “Setan Alas!” Tuai Pujian di Festival Internasional, Horor Indonesia yang Berani Tampil Berbeda
Film horor Indonesia Setan Alas! mencuri perhatian di berbagai festival film internasional. Mengusung pendekatan meta-horor dan satire, film ini dinilai berhasil mematahkan pakem horor yang selama ini dikenal penonton.
FILM


Indo Katarsis — Film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu karya paling unik dalam perfilman horor Tanah Air. Film besutan sutradara Yusron Fuadi ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026. Sebelumnya, Setan Alas! telah lebih dulu menuai apresiasi di berbagai ajang film internasional.
Gala premiere film ini akan digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026). Acara tersebut akan dihadiri oleh tim kreatif, insan media, serta komunitas film. Kehadiran film ini di bioskop nasional menjadi momen penting setelah perjalanannya di festival global.
Yusron Fuadi menghadirkan pendekatan horor yang berbeda dari arus utama.
Melalui horor-satire dan meta-horor, ia mengajak penonton menyadari bahwa rasa takut tidak selalu datang dari sosok gaib. “Setan Alas! tidak hanya sebuah cerita film yang menakut-nakuti penonton, tetapi juga mengajak mereka tertawa, berpikir, dan melihat horor dari sudut pandang yang berbeda,” ujar Yusron.
Diproduksi sejak 2022 dan rampung pada 2023, film berdurasi 84 menit ini menghindari eksploitasi jumpscare. Ketegangan dibangun lewat humor gelap, refleksi sosial, serta permainan ekspektasi penonton terhadap genre horor itu sendiri. Pendekatan ini membuat pengalaman menonton terasa segar dan tidak terduga.
Cerita Setan Alas! berpusat pada lima mahasiswa yang menghabiskan waktu di sebuah vila tua di tengah hutan. Ketegangan mulai muncul ketika salah satu dari mereka ditemukan tewas secara misterius. Rasa takut berkembang seiring meningkatnya prasangka dan konflik psikologis antar karakter.
Deretan pemain seperti Adhin Abdul Hakim, Anastasia Herzigova, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, dan Putri Anggie berhasil menghidupkan cerita dengan karakter yang kuat. Film ini juga menampilkan almarhum Ernanto Kusumo serta Hanung Bramantyo dalam peran yang tidak biasa. Kombinasi pemain muda dan senior memberikan kedalaman tersendiri pada film ini.
Prestasi Setan Alas! mulai terlihat saat ditayangkan di JAFF Indonesian Screen Awards pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023. Film ini berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus, yakni Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing. Capaian tersebut menegaskan kualitas cerita dan penyutradaraan yang dihadirkan.
Apresiasi juga datang dari berbagai media internasional. Element of Madness menyebut film ini sebagai horor yang tampak mudah ditebak, namun justru mengejutkan penonton. Sementara Morbidly Beautiful memuji skrip film ini sebagai salah satu yang paling brilian dalam perfilman Indonesia.
Kritikus internasional juga menilai film ini cerdas dalam memainkan kesadaran penonton. Nightmare on Film Street Podcast menyebut Setan Alas! terasa familiar, tetapi justru di situlah letak kejeniusannya. Film ini dinilai mampu mempermainkan penonton di level yang berbeda.
Di tingkat global, Setan Alas! melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat. Film ini kemudian diputar di London pada 2 November 2024 dan Toronto pada 16 November 2024. Rangkaian pemutaran tersebut menandai langkah penting film Indonesia di pasar internasional.
Dukungan juga datang dari dalam negeri. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menyambut positif kehadiran film ini di bioskop nasional. Menurutnya, karya kreatif dari lingkungan pendidikan perlu didukung agar industri film Indonesia semakin berdaya saing.
Diproduksi oleh Sekolah Vokasi UGM bersama Akasacara Film, Setan Alas! mengusung sistem produksi gotong royong. Meski tidak mengandalkan dana besar, film ini berhasil menunjukkan kualitas yang diakui dunia. Film ini diharapkan membuka perspektif baru terhadap eksplorasi genre horor Indonesia.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
