Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Menang Best Picture di Fantastic Fest 2026

Ghost in the Cell membawa kisah berlatar penjara ke panggung internasional dan meraih Best Picture dalam Horror Competition Fantastic Fest 2026.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

9/23/20262 min read

Jakarta, Indo Katarsis — Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar berhasil meraih penghargaan Best Picture dalam kategori Horror Competition di Fantastic Fest 2026, Austin, Texas, Amerika Serikat. Prestasi tersebut menambah panjang perjalanan internasional film horor Indonesia yang kini juga bersiap tayang di bioskop Amerika Serikat.

Penghargaan untuk Ghost in the Cell diumumkan pada 23 September 2026. Film yang ditulis dan disutradarai Joko Anwar itu dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat mulai 2 Oktober 2026 melalui distributor Well Go USA.

Fantastic Fest merupakan festival film genre terbesar di Amerika Serikat. Ajang tersebut mempertemukan film-film dari berbagai negara dengan penonton serta pelaku industri genre.

Dalam kompetisi internasional tersebut, Ghost in the Cell berhasil terpilih sebagai film terbaik dalam kategori horor. Kemenangan itu menjadi salah satu capaian penting bagi perfilman horor Indonesia sekaligus bagian dari perjalanan film dalam menjangkau penonton internasional.

Dari sisi cerita, Ghost in the Cell mengambil latar yang tidak biasa. Film ini menempatkan sebuah penjara sebagai ruang utama cerita. Penjara tersebut berada dalam kondisi yang penuh konflik, dengan petugas korup serta perseteruan di antara kelompok-kelompok narapidana.

Situasi semakin rumit ketika serangkaian pembunuhan mengerikan terjadi. Para penghuni penjara kemudian dihadapkan pada sebuah ancaman yang tidak terlihat. Untuk menghadapinya, mereka harus mengesampingkan perseteruan dan bersatu.

Cerita tersebut kemudian dikembangkan dengan memadukan sejumlah genre. Ghost in the Cell tidak hanya menghadirkan horor, tetapi juga menggabungkan komedi gelap, aksi, dan kritik sosial.

Kisah yang dibangun dari pengalaman sosial Indonesia itu kini bergerak melampaui batas geografis. Setelah diproduksi untuk penonton Indonesia, Ghost in the Cell mendapatkan ruang di berbagai festival film internasional dan mulai memasuki pasar global.

Perjalanan tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum film memenangkan Best Picture di Fantastic Fest. Ghost in the Cell melakukan pemutaran perdana dunia melalui program Forum di Berlin International Film Festival 2026.

Setelah itu, film ini melanjutkan perjalanan festivalnya. Hingga saat ini, Ghost in the Cell telah diputar di 22 festival film prestisius dunia.

Jangkauan internasional film juga terlihat dari distribusinya. Hak distribusi Ghost in the Cell telah terjual ke 148 negara. Capaian ini menjadi salah satu indikator luasnya jangkauan pasar film tersebut di luar Indonesia.

Sementara itu, di dalam negeri, Ghost in the Cell telah tayang di bioskop sejak 16 April 2026. Setelah menjalani penayangan di Indonesia dan berbagai festival internasional, film tersebut kini memasuki tahap berikutnya dengan penayangan di Amerika Serikat.

Rilis di Amerika Serikat menjadi momen penting karena dilakukan setelah Ghost in the Cell mendapatkan penghargaan tertinggi dalam Horror Competition di Fantastic Fest. Mulai 2 Oktober 2026, penonton Amerika Serikat dapat menyaksikan film tersebut di bioskop melalui distributor Well Go USA.

Dari sisi produksi, Ghost in the Cell diproduseri Tia Hasibuan. Film ini diproduksi Come and See Pictures bersama Rapi Films, Barunson E&A, dan Legacy Pictures.

Film tersebut juga diperkuat sejumlah aktor Indonesia dan regional, antara lain Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Bront Palarae, Morgan Oey, serta Lukman Sardi.

Dengan latar penjara, konflik antarnarapidana, ancaman misterius, dan perpaduan horor, komedi gelap, aksi, serta kritik sosial, Ghost in the Cell membawa pengalaman sosial Indonesia ke dalam cerita yang kini menjangkau penonton lintas negara.

Kemenangan di Fantastic Fest 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan film tersebut. Setelah mendapatkan Best Picture dalam Horror Competition, Ghost in the Cell melanjutkan langkahnya menuju bioskop Amerika Serikat pada 2 Oktober 2026.

Perjalanan film karya Joko Anwar itu juga masih ditopang oleh distribusi internasional yang telah mencakup 148 negara serta rekam jejak pemutaran di 22 festival film prestisius dunia.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.