Horor Modern, BASE Entertainment Ubah Paket Pengiriman Jadi Sumber Mimpi Buruk

Tak lagi mengandalkan ritual atau benda-benda mistis, Paket Santet menghadirkan teror yang terasa lebih nyata. Sebuah paket pengiriman biasa menjadi awal dari rentetan santet mematikan dalam film horor terbaru BASE Entertainment.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

7/18/20263 min read


Jakarta, Indo Katarsis – Rumah produksi BASE Entertainment kembali menghadirkan gebrakan di industri perfilman Indonesia melalui film horor terbaru berjudul Paket Santet. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026 ini menawarkan konsep berbeda dengan mengubah sebuah paket pengiriman menjadi awal dari teror santet yang mematikan.

Lewat peluncuran tujuh poster karakter perdana, BASE Entertainment mulai membuka tabir cerita sekaligus memperkenalkan para tokoh utama yang akan menjadi pusat konflik. Ketujuh karakter tersebut diperankan oleh Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bella, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, serta Fiki Naki sebagai Firza.

Mereka diceritakan sebagai sekelompok mahasiswa yang memiliki hubungan persahabatan sangat erat. Kehidupan mereka berubah dalam sekejap ketika satu per satu menerima paket misterius yang ternyata membawa santet. Sejak saat itu, ancaman mulai menghantui dan membuat mereka terus hidup dalam ketakutan.

Berbeda dari kebanyakan film bertema santet yang menampilkan ritual, benda-benda mistis, atau sosok dukun sebagai pusat cerita, Paket Santet justru memilih pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Dalam film ini, santet tidak lagi dikirim secara sembunyi-sembunyi. Teror hadir melalui sebuah paket yang tampak normal, lengkap dengan plastik pembungkus, label alamat, barcode, hingga identitas pengiriman. Wujudnya tidak berbeda dengan paket belanja daring yang setiap hari diterima jutaan orang.

Pendekatan tersebut membuat rasa takut yang ditawarkan terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti menerima paket kini berubah menjadi sesuatu yang mengundang kecurigaan.
Sutradara Dinna Jasanti menilai kekuatan utama film ini terletak pada kemampuan ceritanya mengubah sesuatu yang biasa menjadi sumber ketegangan.

"Yang membuat saya tertarik dari Paket Santet adalah bagaimana sebuah kelompok sahabat yang sangat dekat tiba-tiba harus menghadapi teror yang datang dari sesuatu yang begitu biasa, sebuah paket. Dari situlah ketegangan cerita mulai tumbuh, karena setiap kali sebuah paket datang, mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya," ujar Dinna.

Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan horor supernatural, tetapi juga membangun rasa cemas secara psikologis. Penonton diajak membayangkan situasi yang sangat mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga ancaman terasa semakin nyata.

Selain mengandalkan premis yang unik, Paket Santet juga mempertemukan sejumlah talenta muda yang tengah mencuri perhatian di industri hiburan Indonesia. Yasamin Jasem kembali bermain dalam genre horor, sementara Fadly Faisal menunjukkan sisi akting yang berbeda dibandingkan proyek-proyek sebelumnya.

Film ini juga menjadi langkah baru bagi Fiki Naki yang menjalani debut sebagai aktor layar lebar. Kehadiran para pemain muda tersebut dipadukan dengan dinamika persahabatan yang menjadi salah satu kekuatan utama cerita.

Fatih Unru mengungkapkan bahwa proses membangun hubungan antarpemain menjadi bagian penting selama produksi berlangsung. Menurutnya, penonton harus benar-benar percaya bahwa ketujuh karakter tersebut merupakan sahabat dekat agar setiap ancaman yang datang terasa lebih emosional.

"Kami mencoba membangun chemistry seperti teman kampus sungguhan. Karena di film ceritanya mereka sangat dekat. Saat satu per satu mulai menerima paket santet itu, saat syuting rasanya jadi lebih menegangkan," kata Fatih.

Sementara itu, Yasamin Jasem mengaku premis sederhana yang diangkat film ini justru memberikan pengalaman berbeda selama proses syuting. Bahkan setelah produksi selesai, ia mengaku muncul rasa waswas setiap kali melihat paket yang datang ke rumahnya.

"Daya tarik Paket Santet adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sialnya pasti ada orang yang pernah mengalaminya. Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, 'gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?'" tutur Yasamin.

Peluncuran poster karakter menjadi awal dari rangkaian promosi film sebelum trailer resmi diperkenalkan kepada publik. BASE Entertainment berharap konsep horor yang berbeda ini mampu memberikan pengalaman baru bagi penonton Indonesia yang selama ini akrab dengan berbagai film bertema supranatural.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, BASE Entertainment dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan karya berkualitas dan mendapat apresiasi luas, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa judul yang pernah diproduksi antara lain Perempuan Tanah Jahanam yang tayang perdana di Sundance Film Festival, serial Gadis Kretek yang masuk daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi Trese, hingga Petualangan Sherina 2 yang sukses mencetak rekor box office Indonesia.

Rekam jejak tersebut menunjukkan komitmen BASE Entertainment dalam menghadirkan cerita-cerita lokal dengan pendekatan segar dan standar produksi yang tinggi. Melalui Paket Santet, rumah produksi ini kembali mencoba mengeksplorasi kepercayaan yang telah lama hidup di masyarakat Indonesia, kemudian mengemasnya dalam konteks modern yang lebih dekat dengan keseharian.

Dengan premis yang unik, jajaran pemain muda berbakat, serta sentuhan penyutradaraan Dinna Jasanti, Paket Santet berpotensi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling menyita perhatian pada paruh kedua 2026. Penonton kini tinggal menunggu perilisan trailer resmi sebelum menyaksikan sendiri bagaimana sebuah paket sederhana dapat berubah menjadi awal dari mimpi buruk yang mengancam nyawa.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.