Imbas KA Bangunkarta Anjlok, Perjalanan 13 Kereta Api Dialihkan dan Berpotensi Terlambat

Imbas KA Bangunkarta anjlok, belasan kereta api mengalami pengalihan rute dan potensi keterlambatan. Berikut berita selengkapnya.

TRENDING

Redaksi Indo Katarsis

4/6/20262 min read

Indo Katarsis — Anjloknya rangkaian KA Bangunkarta (KA 161) di area Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, berdampak luas terhadap operasional kereta api di Pulau Jawa. Kejadian yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) itu membuat jalur selatan tidak bisa dilalui untuk sementara waktu.

Dampaknya, sebanyak 13 perjalanan kereta api harus dialihkan melalui jalur utara dengan rute memutar. Pengalihan ini dilakukan guna menjaga keselamatan perjalanan serta menghindari penumpukan kereta di jalur terdampak.

Menurut PT Kereta Api Indonesia (Persero), proses evakuasi dan normalisasi jalur masih berlangsung intensif di lokasi kejadian.

“KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan gangguan perjalanan yang terjadi, serta akan memastikan keselamatan semua pelanggan KA Bangunkarta (KA 161),” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Kereta-kereta yang terdampak meliputi berbagai layanan populer seperti KA Taksaka, Bima, Gajayana, hingga Jayakarta. Seluruhnya dialihkan melalui jalur utara seperti Cirebon, Semarang, hingga Solo dan Gundih.

Berikut rinciannya:

1. KA 256B Jaka Tingkir (Pasar Senen–Solo) via Cirebon–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

2. KA 62B Manahan (Gambir–Solo) via Prupuk–Tegal–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

3. KA 90 Gayabaru Malam Selatan (Pasar Senen–Surabaya Gubeng) via Prupuk–Tegal–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

4. KA 44 Taksaka (Gambir–Yogyakarta) via Cirebon–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

5. KA 47 Taksaka (Yogyakarta–Gambir) via Solo–Gundih–Brumbung–Semarang–Tegal–Cirebon

6. KA 162 Bangunkarta (Pasar Senen–Jombang) via Cirebon–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

7. KA 7042 KA tambahan (Gambir–Surabaya Gubeng) via Cirebon–Semarang–Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng

8. KA 8 Bima (Gambir–Surabaya Gubeng) via Cirebon–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

9. KA 251 Jayakarta (Surabaya Gubeng–Pasar Senen) via Solo–Gundih–Brumbung–Semarang–Cirebon

10. KA 252 Jayakarta (Pasar Senen–Surabaya Gubeng) via Cirebon–Semarang–Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng

11. KA 73B Senja Utama Solo (Solo–Pasar Senen) via Solo–Gundih–Brumbung–Semarang–Cirebon

12. KA 36 Gajayana (Gambir–Malang) via Cirebon–Semarang–Brumbung–Gundih–Solo

13. KA 15 Argo Dwipangga (Solo–Gambir) via Solo–Gundih–Brumbung–Semarang–Cirebon

Perubahan pola operasi ini berpotensi menyebabkan keterlambatan waktu tempuh, terutama bagi perjalanan jarak jauh lintas kota. Selain itu, KAI juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati di perlintasan kereta api. Hal ini disebabkan meningkatnya frekuensi perjalanan kereta di jalur utara selama masa pengalihan.

KAI menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sembari terus berupaya mempercepat proses pemulihan jalur agar perjalanan kereta api kembali normal secepatnya. Update lanjutan terkait kondisi di lapangan akan terus disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

Penulis dan Editor: Permadani T.