Iqbaal Ramadhan Debut Jadi Produser Lewat Operasi Pesta Copet, Film Aksi yang Angkat Sisi Kemanusiaan di Balik Dunia Copet

Bukan sekadar mengangkat cerita aksi, Operasi Pesta Copet mencuri perhatian lewat proses syuting yang dilakukan langsung di tengah festival musik Pestapora. Tanpa kesempatan mengulang adegan, kru dan pemain harus menangkap setiap momen secara real time.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

7/17/20263 min read



Jakarta, Indo Katarsis – Aktor Iqbaal Ramadhan kembali menunjukkan warna baru dalam perjalanan kariernya. Tak hanya menjadi pemeran utama, ia juga menjalani debut sebagai produser melalui film Operasi Pesta Copet, karya terbaru rumah produksi Imajinari yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 27 Agustus 2026.

Film garapan sutradara Edy Khemod ini resmi memperkenalkan official trailer yang menampilkan kisah empat anak muda yang hidup di tengah himpitan ekonomi dan memilih menjadi komplotan copet di festival musik. Mengusung perpaduan aksi, drama, komedi, dan kritik sosial, Operasi Pesta Copet menawarkan sudut pandang berbeda terhadap kehidupan para pelaku kriminal kecil yang selama ini jarang diangkat dalam perfilman Indonesia.

Official trailer memperlihatkan Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba) yang menyamar sebagai penonton konser. Mereka mempelajari budaya atau skena musik agar bisa berbaur tanpa menimbulkan kecurigaan. Namun, tujuan utama mereka adalah menjalankan aksi pencopetan terhadap para pengunjung festival.

Aksi mereka dilakukan dengan teknik yang terorganisasi. Ponsel hasil curian dipindahkan secara cepat dari satu tangan ke tangan lain sehingga sulit dilacak. Ketegangan demi ketegangan tersebut berpadu dengan dinamika persahabatan keempat tokohnya, sekaligus menggambarkan bagaimana tekanan ekonomi dapat mendorong seseorang mengambil keputusan yang salah.


Debut Iqbaal sebagai Produser

Di balik layar, Operasi Pesta Copet menjadi tonggak penting bagi Iqbaal Ramadhan. Selain memerankan karakter utama bernama Ijal, ia juga dipercaya menjadi salah satu produser bersama Ernest Prakasa, Dipa Andika, dan James Erlangga. Peran ganda tersebut membuat Iqbaal memiliki tanggung jawab lebih besar, baik dalam proses kreatif maupun pelaksanaan produksi di lapangan.

Keseriusan itu juga terlihat dari persiapan yang dijalaninya sebelum syuting dimulai. Demi menghasilkan adegan pencopetan yang realistis, Iqbaal bersama para pemain mengikuti pelatihan khusus bersama magician Bow Vernon.
Workshop tersebut tidak sekadar melatih gestur tangan, tetapi juga koordinasi antarpemain agar setiap adegan pencopetan terlihat alami tanpa bergantung pada efek visual.

"Karena sejak awal kami tidak mau yang nyopet adalah editing-nya, jadi saya bersama pemeran lainnya memang benar-benar harus bisa nyopet. Kami latihan dan mendapatkan sesi latihan nyopet dari magician, Bow Vernon. Kami memang jadi punya skill untuk bisa nyopet," ungkap Iqbaal Ramadhan.

Latihan intensif tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keaslian cerita, sehingga penonton dapat merasakan ketegangan setiap aksi yang dilakukan para karakter.


Bukan Film yang Mengagungkan Kriminalitas

Meski mengangkat dunia pencopetan sebagai tema utama, pihak produksi menegaskan bahwa Operasi Pesta Copet tidak dibuat untuk mengglorifikasi tindakan kriminal. Produser Ernest Prakasa mengatakan film ini justru berusaha mengajak penonton memahami sisi manusia di balik para pelaku, termasuk alasan sosial dan ekonomi yang mendorong mereka mengambil jalan pintas.

Menurut Ernest, cerita dalam film tidak berhenti pada aksi mencopet semata, melainkan juga mengajak penonton melihat realitas yang dihadapi sebagian masyarakat saat tekanan hidup semakin berat.

"Ini adalah produksi film Imajinari ternekat. Syuting dengan skala besar, di dalam festival musik dengan ribuan penonton setiap harinya, tentunya membutuhkan kesiapan yang matang. Makanya ide yang sudah ada dari 2023 itu baru bisa kami eksekusi saat Pestapora 2025, karena benar-benar butuh persiapan yang sangat matang," ujar Ernest Prakasa.


Tantangan Syuting di Tengah Festival

Keberanian film ini tidak hanya terlihat dari ceritanya, tetapi juga proses produksinya.
Alih-alih membuat replika festival, seluruh adegan penting direkam langsung di Pestapora, festival musik yang dipadati puluhan ribu penonton.

Bagi Edy Khemod, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena seluruh kru harus mampu menangkap setiap momen yang terjadi secara spontan.
Tidak ada kesempatan mengulang adegan ketika situasi berubah. Semua keputusan harus diambil dalam hitungan detik agar momentum tidak hilang.

"Kami harus merespons momen yang terjadi saat pengambilan gambar, karena tidak ada momen yang bisa diulang. Kami benar-benar harus capture moment dan no room for error sama sekali, itu yang kami bilang nekat juga," kata Edy Khemod.

Pengalaman Khemod sebagai creative director berbagai konser musik di Indonesia menjadi modal penting dalam mengelola produksi di tengah keramaian festival.


Produksi Terbesar Imajinari

Operasi Pesta Copet diproduksi oleh Imajinari bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator. Film ini disebut sebagai proyek dengan anggaran terbesar sekaligus produksi paling ambisius sepanjang sejarah Imajinari.
Rumah produksi yang didirikan Ernest Prakasa dan Dipa Andika tersebut sebelumnya sukses melahirkan sejumlah film populer seperti Ngeri-Ngeri Sedap, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, hingga fenomena box office Agak Laen.

Dengan perpaduan cerita yang unik, proses produksi yang penuh tantangan, serta jajaran pemain muda berbakat, Operasi Pesta Copet diproyeksikan menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan pada paruh kedua 2026.
Film ini akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026. Informasi terbaru mengenai film dapat diikuti melalui akun Instagram @imajinari.id.
Kontributor: Ana Tasia
Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.