“Kepala, Pundak, Kerja Lagi” Jadi Eksplorasi Baru Sal Priadi Lewat Film Horor “Monster Pabrik Rambut”

Dikenal lewat lagu-lagu romantis, Sal Priadi kini mencoba warna baru lewat OST film Monster Pabrik Rambut. Lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” hadir dengan tema kelelahan kerja dan tekanan hidup yang dinilai sangat relevan dengan kondisi pekerja modern.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

5/14/20262 min read

Indo Katarsis — Musisi Sal Priadi kembali menghadirkan karya yang mencuri perhatian publik. Kali ini bukan lagu romantis, melainkan lagu bertema keresahan pekerja berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, yang menjadi original soundtrack film Monster Pabrik Rambut.

Lagu tersebut langsung viral sejak dirilis pada momen Hari Buruh. Video liriknya bahkan telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali di YouTube.

Selama beberapa tahun terakhir, nama Sal Priadi identik dengan lagu-lagu romantis yang emosional dan puitis. Karya-karyanya seperti “Gala bunga matahari” hingga “Ada titik-titik di ujung doa” kerap digunakan di media sosial dan menjadi favorit banyak pendengar muda Indonesia.

Namun melalui “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Sal mencoba mengeksplorasi tema berbeda yang lebih dekat dengan realitas pekerja urban. Lagu tersebut membahas rasa lelah akibat pekerjaan yang terus menumpuk dan budaya lembur yang semakin umum terjadi.

“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi aku tetap dengan gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian,” ujar Sal Priadi.

Ia menilai tema yang diangkat film “Monster Pabrik Rambut” sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Karena itu, proses menerjemahkan cerita film ke dalam lagu terasa lebih natural.

Tak hanya menghadirkan tema baru, Sal juga mengeksplorasi pendekatan musikal yang berbeda. Ia menggandeng produser musik elektronik Attila Syah untuk membangun atmosfer lagu yang lebih kelam dan penuh tekanan.

Hasilnya adalah lagu dengan nuansa elektronik yang terasa seperti suara keresahan pekerja modern. Lirik sederhana yang repetitif justru memperkuat kesan rutinitas melelahkan yang dialami banyak pekerja setiap hari.

Pengalaman menciptakan lagu ini juga menjadi sesuatu yang baru bagi Sal. Untuk pertama kalinya, ia menulis lagu langsung di lokasi syuting film.

“Awal lagunya ditulis di lokasi syuting. Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat,” kata Sal.

Menurutnya, lagu tersebut terasa seperti “marching solidaritas” untuk para pekerja yang harus menghadapi tekanan kerja berlebihan dan lembur berkepanjangan. Ia berharap lagu itu dapat menjadi anthem bagi pekerja yang merasa lelah namun tetap harus bertahan menjalani rutinitas.

Film Monster Pabrik Rambut sendiri akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film ini disutradarai Edwin dan diproduksi oleh Palari Films.

Deretan pemain yang terlibat meliputi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Secara cerita, film ini menghadirkan kombinasi horor dan kritik sosial. Putri kehilangan ibunya setelah sang ibu bekerja tanpa tidur selama beberapa hari. Namun penyebab kematian itu memunculkan perdebatan antara bunuh diri atau kesurupan akibat tekanan kerja berlebihan.

Ida, adik Putri, kemudian mencoba membuktikan kebenaran dengan sengaja lembur dan tidak tidur demi melihat sosok misterius yang diyakini merebut tubuh ibunya. Sementara itu, Bona yang memiliki kemampuan regenerasi tubuh justru menjadi target sosok hitam tersebut.

Kehadiran tema overwork dalam film ini dinilai relevan dengan kondisi masyarakat modern yang semakin akrab dengan tekanan pekerjaan. Hal itulah yang membuat lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang.

Sebagai rumah produksi, Palari Films dikenal konsisten menghadirkan karya unik dan berkualitas. Mereka pernah memenangkan penghargaan Golden Leopard di Festival Film Locarno ke-74 lewat film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Selain itu, Palari Films juga memproduksi sejumlah film populer seperti “Kabut Berduri”, “Dear David”, “Ali & Ratu-Ratu Queens”, “Aruna & Lidahnya”, hingga “Posesif”. Dengan reputasi tersebut, “Monster Pabrik Rambut” menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan tahun ini.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.