Khadam Hadirkan Teror Penjaga Gaib yang Berbalik Mengancam, Tayang 16 September 2026

Mengangkat folklor kepercayaan Saka, Khadam menghadirkan teror tentang penjaga gaib yang justru ingin mengambil alih kehidupan pemiliknya.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

9/21/20263 min read

Jakarta, Indo Katarsis — Film horor Malaysia-Indonesia Khadam membawa konsep berbeda tentang sosok penjaga gaib. Alih-alih menjadi pelindung manusia, entitas dalam film ini justru dapat berbalik menjadi ancaman yang mengambil alih kehidupan pemiliknya.

Film tersebut menggelar gala premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2026). Setelah sebelumnya sukses diputar di sejumlah negara, Khadam siap menyapa penonton Indonesia mulai 16 September 2026.

Kehadiran Khadam di Indonesia menjadi bagian dari perjalanan film yang sebelumnya telah dirilis di Malaysia pada 11 Juni 2026. Berdasarkan siaran pers, film tersebut mencatat pendapatan box office lebih dari USD 1,3 juta di Malaysia.

Setelah Malaysia, Khadam juga telah meneror bioskop di Kamboja dan Singapura. Film ini kemudian dijadwalkan tayang di Hong Kong dan Macau pada Oktober 2026.

Dari Penjaga Menjadi Penguasa

Konsep utama Khadam berangkat dari folklor kepercayaan Saka di Malaysia.

Di Indonesia, istilah "kodam" umumnya dikenal dalam konteks jin penjaga, pelindung spiritual, atau pendamping gaib. Namun, film ini mengeksplorasi sisi lain dari konsep tersebut.

Dalam Khadam, entitas penjaga merupakan warisan gaib yang diturunkan dari generasi ke generasi. Hubungan antara manusia dan entitas tersebut kemudian berubah menjadi konflik ketika sang penjaga tidak lagi tunduk kepada pemiliknya.

Premis "Jangan Sampai Jadi Tuan" menjadi kunci cerita. Entitas tersebut dapat melihat kelemahan manusia yang dirawatnya, kemudian memberontak dan berusaha mengambil alih kehidupannya.

Ancaman tersebut bahkan mencapai tahap ketika Khadam mampu mencuri wujud asli pemiliknya dan berusaha melenyapkan sang manusia demi menguasai kehidupannya secara penuh.

Aghniny Haque Hadapi Sosok Kembar

Teror tersebut dialami Melor yang diperankan Aghniny Haque. Melor adalah seorang ibu tunawicara yang hidup terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya.

Kehidupan Melor berubah setelah sang ibu meninggal. Ia kemudian harus menerima Khadam sebagai bagian dari warisan keluarganya.

Masalah muncul ketika entitas tersebut mulai bermanifestasi sebagai sosok yang menyerupai Melor. Tidak berhenti pada kemiripan fisik, sosok tersebut perlahan mengambil alih kasih sayang anak-anak Melor dan kedudukannya sebagai nyonya rumah.

Melor harus berjuang merebut kembali keluarganya. Sebagai seorang ibu tunawicara, ia mengandalkan bahasa isyarat, insting keibuan, dan ketahanan fisik dalam menghadapi ancaman.

Perjuangan tersebut menjadikan Melor sebagai sosok "pahlawan tanpa suara" yang harus berusaha mempertahankan identitasnya sekaligus menyelamatkan keluarganya.

Horor yang Tidak Hanya Mengandalkan Jumpscare

Selain konsep ceritanya, pendekatan atmosfer menjadi salah satu aspek yang disorot dalam perjalanan Khadam.

Siaran pers menyebut film ini membangun atmosfer secara perlahan tanpa hanya mengandalkan jumpscare. Ketegangan yang meningkat disebut memunculkan reaksi penonton, mulai dari histeris hingga haru.

Film tersebut juga mendapatkan ulasan bintang lima di Letterboxd. Salah satu komentar berbunyi, "Film yang sungguh luar biasa. Salah satu film terbaik tahun ini. Menyayat hati, mengerikan, dan indah sekaligus."

Komentar lainnya menyebut film ini menghadirkan ketegangan nyata dan rasa gelisah yang semakin memuncak.

Kolaborasi Lintas Negara

Khadam menjadi salah satu proyek yang mempertemukan pelaku industri perfilman Malaysia dan Indonesia.

Film ini diproduksi Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia. Penyutradaraan dipercayakan kepada Shamyl Othman, sedangkan skenario ditulis Fariza Azlina.

Proyek ini turut mendapat dukungan dari Sil-Metropole Organisation dari Hong Kong/China, Applause Entertainment dari India, serta Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios dari Malaysia.

Menurut Ahmad Izham Omar, cerita Khadam memiliki cakupan yang dapat diterima penonton dari berbagai latar.

"Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Indonesia dalam Khadam. Cerita Khadam adalah cerita yang universal dan bisa dinikmati siapa saja, dan kami sangat bangga bisa membawa film kolaborasi ini ke bioskop Indonesia," ujar Ahmad Izham Omar.

Charles Gozali turut menyoroti pentingnya kolaborasi industri perfilman antarnegara.

"Sebagai representasi dari Indonesia dalam produksi ini, kami senang sekali bisa turut mendukung sebuah film horor yang sangat ambisius. Saya rasa perlu ada lebih banyak kolaborasi antarnegara seperti dalam film Khadam, demi industri perfilman yang lebih sehat dan karya-karya yang semakin fresh," tegas Charles.

Khadam dibintangi Aghniny Haque bersama Datuk Remy Ishak sebagai Awang, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan June Lojong.

Film horor kolaborasi Malaysia-Indonesia ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026. Informasi terbaru mengenai film dapat dipantau melalui akun resmi @khadamthemovie dan @cbipictures.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.