Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Siap Hadirkan Teror Eksorsisme dalam Format IMAX dan Magnify 8
Tak hanya menghadirkan Rephaim dan cerita yang lebih besar, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga menawarkan pengalaman menonton imersif melalui format IMAX dan Magnify 8.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis — Penggemar film horor Indonesia akan kembali diajak menyaksikan ritual eksorsisme melalui Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment tersebut dijadwalkan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
Menjelang penayangannya, trailer resmi film dirilis pada 10 September 2026. Trailer tersebut memperkenalkan sosok Rephaim, entitas kuno yang menjadi salah satu sumber ancaman utama dalam cerita.
Kemunculan Rephaim sekaligus menunjukkan bahwa sekuel ini membawa skala cerita yang lebih besar dibandingkan film sebelumnya. Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas, dua imam yang harus menghadapi ritual eksorsisme dengan ancaman yang lebih berat.
Dalam cerita, Rephaim merupakan entitas kuno yang bersekutu dengan Fallen Angels. Ia mencari manusia untuk menjadi pengikut dengan menawarkan berbagai hal, tetapi meminta nyawa sebagai imbalannya.
Salah satu pusat teror adalah Daniel, karakter yang diperankan Venly Arauna. Tubuh Daniel dirasuki iblis purba yang sangat berbahaya. Dari sinilah ancaman berkembang dari persoalan keluarga menjadi bahaya yang dapat berdampak terhadap wilayah yang lebih luas.
Rizal Mantovani sebagai sutradara menegaskan perubahan skala tersebut.
“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar Rizal Mantovani.
Tidak hanya menawarkan cerita dengan cakupan lebih luas, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga menghadirkan pengalaman sinematik melalui sejumlah format penayangan.
Film ini tercatat sebagai film Indonesia kelima yang tayang dalam format IMAX. Format tersebut dipilih untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih imersif melalui layar berukuran besar.
Selain IMAX, film ini juga dapat disaksikan di Studio Magnify 8 Cinepolis. Teknologi Magnify 8 dikembangkan Lumma bekerja sama dengan Cinépolis Cinemas. Teknologi tersebut memberikan tambahan pengalaman sensorik melalui kursi yang dilengkapi sistem getaran dan pengeras suara bass shaker.
Getaran kursi dibuat mengikuti audio dalam film, mulai dari sensasi getaran yang lembut hingga dentuman yang lebih kuat. Dengan demikian, pengalaman eksorsisme dalam film diharapkan terasa lebih nyata bagi penonton. Teknologi yang sama juga digunakan dalam pemutaran Avatar: Fire and Ash.
Dari sisi produksi, film ini digarap oleh sejumlah nama berpengalaman di industri perfilman Indonesia. Rizal Mantovani dipercaya sebagai sutradara, sementara Yadi Sugandi menangani sinematografi. Naskah ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi.
Robert Ronny dan Prima Taufik menjadi produser, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif. Karakter Rephaim didesain oleh Robert Ronny dengan inspirasi dari sineas Monty Tiwa.
Di balik skala horornya, film ini tetap membawa pesan spiritual. Robert Ronny mengatakan bahwa cerita mengenai perjanjian darah dan Fallen Angels tidak hanya digunakan untuk membangun teror, tetapi juga menyampaikan gagasan tentang kesempatan manusia untuk kembali kepada Tuhan.
“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar Robert Ronny.
Tema tentang konsekuensi pilihan manusia juga disoroti Andi Boediman.
“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujar Andi Boediman.
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia pun menghadapi tantangan karakter yang tidak sederhana. Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas harus menjadi sosok yang lebih teguh. Namun, Jerome mengingatkan bahwa keyakinan yang terlalu besar terhadap diri sendiri juga dapat menjadi kelemahan.
Film ini turut dibintangi Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah diproduksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment dengan dukungan Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.
Dengan Rephaim sebagai ancaman baru, konflik yang lebih luas, serta pilihan format IMAX dan Magnify 8, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah siap membawa pengalaman horor eksorsisme ke layar bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
