“LUPA!” Jadi Simbol Kegelisahan Gen Z, Neona Angkat Realita Hubungan Tanpa Kepastian
Single LUPA! dari Neona jadi simbol kegelisahan Gen Z dalam hubungan tanpa status. Dengan konsep musik dan visual yang kuat, lagu ini hadir sebagai refleksi realita cinta masa kini.
ENTERTAINMENT


Jakarta, Indo Katarsis — Penyanyi muda Neona kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk LUPA!, sebuah single yang mengusung genre hip-dut dengan sentuhan modern dan penuh energi. Lagu ini tidak hanya menawarkan warna musik yang ringan dan catchy, tetapi juga menyuarakan realita hubungan tanpa kepastian yang kerap dialami generasi muda, khususnya Gen Z.
Melalui LUPA!, Neona mengeksplorasi kembali genre hip-dut yang sebelumnya pernah ia jajaki. Kembalinya ke warna musik ini menjadi bagian dari perjalanan artistiknya dalam menemukan identitas musikal yang autentik.
“Aku tertarik dengan genre hip-dut di lagu ini karena sebelumnya aku juga pernah mengeksplorasi genre ini, jadi terasa seperti kembali ke warna musik yang sudah dekat dengan aku,” ujar Neona.
Secara tematik, lagu ini mengangkat fase hubungan yang berada di tengah ketidakjelasan—ketika kedekatan sudah terjalin, namun status tak kunjung pasti. Kondisi ini sering memunculkan kebingungan emosional, antara memilih bertahan atau meminta kejelasan.
Neona secara tegas ingin menyuarakan pentingnya keberanian dalam hubungan.
“Single aku ini menceritakan tentang minta kepastian sama seseorang sebelum orang itu LUPA!. Lagu ini juga aku dedikasikan buat cowok-cowok supaya lebih berani ngasih kepastian,” tuturnya.
Pesan ini menjadikan LUPA! sebagai lagu yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan dinamika percintaan masa kini. Di tengah budaya hubungan yang semakin kompleks, lagu ini hadir sebagai refleksi sekaligus dorongan untuk bersikap lebih jujur terhadap perasaan.
Dari sisi visual, Neona menghadirkan konsep yang kuat dan simbolis. Video musik LUPA! mengambil latar di ruang transit MRT Jakarta, yang menggambarkan perasaan “stuck” atau terjebak dalam hubungan tanpa arah. Visual ini menjadi metafora yang dekat dengan kehidupan remaja urban.
Sentuhan kreatif dari Adi Djohan (funkyhokkaido) semakin mempertegas nuansa tersebut melalui styling edgy, riasan eksentrik, serta penggunaan elemen grafis unik seperti teks terbalik dan warna oranye kontras. Pendekatan visual ini menandai transformasi Neona menuju fase baru yang lebih berani dan ekspresif.
Tak hanya sebagai penyanyi, Neona juga terlibat aktif dalam proses kreatif lagu ini, termasuk dalam penulisan lirik. Ia bekerja sama dengan tim AntiNRML yang terdiri dari Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert Simanjuntak (DIA).
“Neona ikut andil dalam pembuatan lagu ini. Banyak ide datang dari Neona, lalu kami kembangkan bersama secara musikal dan lirik,” kata Anangga.
Kolaborasi tersebut menghasilkan karya yang terasa personal sekaligus kuat secara musikal. DIA pun menyampaikan harapannya agar lagu ini dapat menjadi representasi perasaan banyak perempuan yang mengalami situasi serupa.
“Harapannya, ‘LUPA!’ bisa mewakili perasaan cewek-cewek yang sedang digantung dan mengharapkan kepastian dalam hubungan,” ujarnya.
Dirilis pada 1 April 2026, LUPA! kini telah tersedia di berbagai platform digital streaming. Lagu ini mengajak pendengar untuk menyelami emosi yang kompleks dalam hubungan—mulai dari rasa nyaman, harapan, hingga kebingungan yang datang bersamaan.
Di balik perilisan ini, Trinity Optima Production turut berperan sebagai label yang menaungi Neona. Dikenal sebagai salah satu pionir industri musik Indonesia, Trinity Optima Production terus berkomitmen mengembangkan talenta muda dan menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan konsep musik yang segar, visual yang kuat, serta pesan yang dekat dengan realita, LUPA! menjadi bukti konsistensi Neona dalam berkarya. Lagu ini tidak hanya memperkuat posisinya di industri musik, tetapi juga menjadi suara bagi generasi muda yang tengah menghadapi dilema dalam hubungan tanpa kepastian.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
