Memburu Pemangsa Tawarkan Horor Investigasi, Empat Jurnalis Perempuan Hadapi Predator Anak

Empat anak menghilang dan seorang anak lainnya terancam. Empat jurnalis perempuan harus berpacu dengan waktu untuk menemukan predator sebelum terlambat.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

9/30/20263 min read

Jakarta, Indo Kartasis — Sinemaku Pictures kembali menghadirkan film dengan cerita yang mengangkat isu sosial melalui Memburu Pemangsa. Film yang digarap Umay Shahab sebagai produser sekaligus sutradara ini menawarkan perpaduan horror, crime, dan action dalam sebuah cerita investigasi mengenai empat jurnalis perempuan yang memburu predator anak.

Memburu Pemangsa resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Sebelumnya, film ini telah menjalani agenda Nonton Duluan di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Agenda tersebut mendapat antusias tinggi dan sebagian besar tiket dilaporkan terjual habis Kehadiran film ini sekaligus menjadi langkah baru bagi Umay Shahab dalam mengeksplorasi genre. Jika horor umumnya menghadirkan sosok supernatural sebagai pusat ancaman, Memburu Pemangsa justru menggabungkan teror tersebut dengan kejahatan manusia dan investigasi jurnalistik.

“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horror-crime-action yang akan memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan dan warna yang berbeda dari karya-karya saya sebelumnya, dan ini menjadi seperti spiritual journey bagi saya,” ujar Umay Shahab.

Bukan Sekadar Film Horor

Dalam Memburu Pemangsa, musuh utama bukan sekadar hantu atau iblis. Film ini menghadirkan manusia keji yang bekerja sama dengan iblis. Di sisi lain, empat jurnalis perempuan menjadi tokoh yang berada di garis depan untuk mengungkap dan menghentikan kejahatan tersebut.

Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem menjadi empat pemeran utama. Mereka masing-masing memainkan Agnes, Cia, Brina, dan Anya.

Laura Basuki berperan sebagai Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News. Karakter Agnes mempunyai latar belakang personal yang kuat karena sebelumnya menolak kemampuan supernatural setelah kematian putrinya sendiri.

Namun, pendiriannya berubah ketika ia menyaksikan seorang anak diculik tepat di depan matanya. Peristiwa tersebut membuat Agnes masuk ke dalam investigasi yang semakin berbahaya.

Bagi Laura, kombinasi genre menjadi daya tarik tersendiri.

“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang, agar semakin menyadarkan mereka harus meminta bantuan ke mana ketika hal-hal serupa terjadi pada mereka,” ujar Laura Basuki.

Investigasi Berpacu dengan Waktu

Cerita Memburu Pemangsa dimulai ketika empat anak menghilang dari sebuah kawasan. Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi situasi yang lebih mengkhawatirkan karena terdapat anak lain yang berada dalam ancaman.

Agnes bersama Cia, Brina, dan Anya kemudian melakukan investigasi. Mereka dibantu seorang polisi bernama Petra yang diperankan Andri Mashadi.

Penyelidikan tersebut tidak hanya mengharuskan mereka mengumpulkan informasi. Keempat jurnalis juga harus berhadapan dengan ancaman yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Taskya Namya yang memerankan Brina mengungkapkan bahwa tuntutan fisik dalam film cukup besar karena dua genre yang menguras energi, horor dan action, dipadukan dalam satu cerita.

“Butuh tenaga berlebih, karena capeknya dua kali lipat. Penonton sepertinya juga akan ikut merasakan ngos-ngosannya mengikuti kami berempat menginvestigasi predator di film ini,” ujar Taskya Namya.

Taskya juga mengaku dapat melihat sisi dirinya dalam karakter Cia.

“Aku bisa melihat gambaran aku ada di karakter Cia di film ini. Seorang tante yang menjaga keponakannya. Dan di kehidupan nyata, aku juga seorang tante yang harus menjaga tiga keponakanku,” tambah Taskya.

Yasamin Jasem Dekat dengan Karakter Anya

Yasamin Jasem memerankan Anya, seorang jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat pada demonologi. Karakter tersebut disebut memiliki kedekatan dengan Yasamin karena ketertarikannya terhadap documentary crime dan cerita yang berkaitan dengan cult.

“Aku dan Anya memiliki kedekatan. Anya adalah jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat pada demonologi. Sementara aku juga banyak menonton documentary crime dan berbau cult. Kami para pemeran juga bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak, yang menurutku menjadi pemantik untuk menyuarakan isu yang kami angkat, dan semoga semua orang bisa menjadi lebih baik setelah menonton film ini,” ujar Yasamin Jasem.

Sementara Prilly Latuconsina melihat Memburu Pemangsa sebagai kesempatan untuk mengajak masyarakat lebih peka terhadap isu kekerasan terhadap anak.

“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Di beberapa lingkungan, seperti di rumah, atau ketika kita membaca informasi tersebut kita bingung harus melakukan apa sehingga itu dibiarkan saja. Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi, ketika ada berita-berita tersebut. Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara dan memberikan respons yang tepat,” ujar Prilly Latuconsina.

Tayang di Bioskop Indonesia

Selain empat pemeran utama tersebut, Memburu Pemangsa turut dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish, dan Jordan Omar.

Film ini menjadi bagian dari karya Sinemaku Pictures yang sejak didirikan pada 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional. Beberapa film yang telah diproduksi antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), dan Perayaan Mati Rasa (2025).

Memburu Pemangsa kini dapat disaksikan di bioskop Indonesia. Tiket tersedia melalui M-TIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID, serta pembelian offline di Kota Cinema Mal, Sam’s Studios, dan New Star Cineplex. Sinemaku Pictures juga menawarkan promo Beli 1 Gratis 1 Tiket untuk penayangan hari pertama. Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.