Menang Untuk Kalah Hadirkan Drama Keluarga dengan 16 Lagu Soundtrack

Tak hanya mengangkat konflik keluarga dan persoalan finansial, Menang Untuk Kalah juga menghadirkan 16 lagu Original Soundtrack.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

9/19/20263 min read


Jakarta, Indo Katarsis — Industri film Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga melalui Menang Untuk Kalah. Film produksi Panca Rahayu Kreasindo atau Para Kreator tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

Film ini membawa cerita mengenai persoalan finansial yang dapat muncul dalam sebuah keluarga ketika keputusan besar diambil tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi dan risiko jangka panjang.

Cerita Menang Untuk Kalah ditulis oleh Jujur Prananto, sementara posisi sutradara dipercayakan kepada Hasto Broto. Keduanya mengemas kisah keluarga Bima dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Surya Saputra menjadi pemeran utama sebagai Bima. Ia beradu akting dengan Lulu Tobing yang memerankan Dewi. Keluarga tersebut memiliki dua anak remaja, yakni Rako yang diperankan Ajil Ditto dan Reina yang dimainkan Putri Ziani.
Deretan pemeran lain yang terlibat adalah Yessy Gusman sebagai Eyang Lastri dan Allesandrio Reinhard Karamoy sebagai Stefan. Film ini juga menghadirkan Tike Priatnakusumah sebagai Ibu Direktur, Beddu sebagai Samsul, serta Tigor sebagai Debt Collector.

Dari sisi cerita, Bima dan Dewi pada awalnya menjalani kehidupan keluarga yang harmonis. Setelah memiliki dana untuk membayar uang muka, keduanya mengambil keputusan membeli rumah yang sudah lama mereka impikan.
Pembelian rumah melalui kredit membuat kondisi keuangan keluarga mulai berubah. Pengeluaran bertambah karena mereka juga harus membeli perabotan untuk mengisi rumah baru.

Di tengah kondisi finansial yang mulai menipis, Bima kembali mengambil keputusan besar dengan mengganti mobil keluarga menggunakan kendaraan yang lebih mahal. Padahal, mobil yang sebelumnya dimiliki masih layak digunakan.

Rako kemudian mendapatkan motor baru dengan sistem kredit. Berbagai kewajiban tersebut akhirnya membuat beban finansial keluarga semakin berat.

Situasi menjadi lebih sulit karena Bima bekerja sebagai pekerja lepas pada sebuah proyek. Penghasilannya harus digunakan untuk membayar cicilan sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bima kemudian berusaha mengurangi beban pengeluaran dengan mengorbankan salah satu kewajiban bulanan keluarga. Namun, keputusan tersebut justru menjadi awal dari persoalan baru.
Masalah semakin rumit ketika keluarga tersebut mengalami kejadian yang membutuhkan biaya besar. Dalam situasi tersebut, Bima sebenarnya memiliki pilihan untuk mengalihkan kredit mobil dan motor.

Namun, Bima justru mengambil keputusan ekstrem tanpa berdiskusi dengan Dewi. Pilihan tersebut memang terlihat seperti solusi instan, tetapi dampaknya kemudian dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.

Persoalan demi persoalan mulai datang. Bima yang awalnya berusaha menyelesaikan masalah justru semakin terjebak dalam situasi yang sulit.
Konflik tersebut menjadi inti dari Menang Untuk Kalah. Film ini memperlihatkan bahwa persoalan finansial keluarga tidak berdiri sendiri. Di balik keputusan mengenai rumah, kendaraan, cicilan, dan pengeluaran, terdapat hubungan keluarga yang ikut dipertaruhkan.

Proses produksi film sendiri berlangsung sekitar 10 bulan, mulai dari pengembangan cerita dan penulisan naskah hingga final editing. Sementara proses syuting dilakukan selama 22 hari di kawasan Bandung Raya.

Menariknya, Menang Untuk Kalah juga memiliki proyek musik yang cukup besar. Film ini menghadirkan 16 lagu Original Soundtrack yang dibuat untuk mendukung perjalanan cerita.

Sound of Panca menjadi salah satu kekuatan utama dari proyek musik tersebut. Band independen asal Jakarta itu merilis album perdana dengan judul yang sama, Menang Untuk Kalah.

Album tersebut awalnya dikembangkan dari kebutuhan soundtrack film. Namun, materi yang terkumpul kemudian berkembang menjadi sebuah karya yang lebih utuh sehingga diputuskan untuk dirilis sebagai album. Proses kreatifnya dimulai pada April 2026.

Sejumlah lagu dalam proyek tersebut antara lain “Menang Untuk Kalah”, “Judi”, “Kalah Telak”, “Lelah Hati”, “Ku Ingin Menjagamu”, “Dewi”, “Tersisa Sesal”, “Hancur Lebur”, dan “Baik-baik Tanpaku”.

Ada pula karya dari Rudy Nugraha, YannaHead, Band Strip-457, dan Band Candu. Kolaborasi tersebut membuat soundtrack Menang Untuk Kalah memiliki warna musik yang beragam.
Sebelumnya, album Menang Untuk Kalah juga diberitakan sebagai karya perdana Sound of Panca yang sekaligus menjadi Original Soundtrack film. Vokalis Sound of Panca, Salman Al Farisy, menyebut proses produksi album bermula dari sejumlah lagu yang memang dibuat untuk kebutuhan film sebelum berkembang menjadi album utuh.

Dengan jumlah soundtrack yang cukup banyak, musik menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer film. Lagu-lagu tersebut diharapkan dapat mengikuti perjalanan emosional para karakter sekaligus memperkuat cerita.

Melalui drama keluarga dan persoalan finansial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Menang Untuk Kalah mencoba menghadirkan cerita mengenai konsekuensi dari sebuah keputusan. Film ini akan menjadi salah satu film Indonesia yang hadir di bioskop pada November 2026, tepatnya mulai 19 November 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.