Menjelang Lebaran 2026, Film Na Willa Hadirkan Cerita Hangat Tentang Keluarga dan Keberagaman

Menjelang musim Lebaran 2026, Visinema Studios memperkenalkan potongan eksklusif film Na Willa. Film ini menghadirkan kisah tentang seorang gadis kecil yang belajar memahami identitas, keluarga, dan perbedaan melalui pengalaman sederhana di rumahnya.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

3/8/20262 min read

Jakarta, Indo Katarsis — Menjelang musim Lebaran 2026, Visinema Studios memperkenalkan potongan terbaru dari film keluarga Na Willa. Cuplikan eksklusif tersebut memperlihatkan kisah sederhana namun emosional tentang bagaimana seorang anak memahami perbedaan dalam keluarganya.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026 dan mengangkat cerita tentang Na Willa, seorang gadis kecil yang memandang dunia dengan penuh imajinasi dan rasa ingin tahu.

Cuplikan yang dirilis memperlihatkan momen ketika Na Willa menyadari bahwa kedua orang tuanya memiliki latar belakang yang berbeda. Sang Mak memiliki rambut ikal dan kulit cokelat, sementara Pak bermata sipit dengan kulit yang lebih terang.

Dengan kepolosannya, Na Willa mengungkapkan bahwa ia ingin tumbuh tinggi seperti Pak tetapi juga ingin memiliki rambut ikal seperti Mak.

Namun keinginan itu ditanggapi dengan candaan oleh Mbok yang mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Ucapan tersebut membuat Na Willa sedih hingga menangis. Situasi berubah ketika Mak datang menenangkan dan mengatakan bahwa suatu hari ia bisa tumbuh menjadi perpaduan dari kedua orang tuanya.

Adegan sederhana ini menjadi gambaran bagaimana anak-anak mulai belajar tentang identitas, perbedaan, dan penerimaan diri.

Mengangkat Nilai Keberagaman

Film Na Willa secara khusus menampilkan latar keluarga yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Dalam cerita, Pak merupakan keturunan Tionghoa-Jawa, sementara Mak berasal dari Pulau Sabu di Nusa Tenggara Timur.

Produser Anggia Kharisma mengatakan bahwa film ini mencoba menghadirkan nilai keberagaman dengan pendekatan yang sederhana. “Banyak bentuk yang sangat sederhana kami tampilkan, termasuk soal nilai keberagaman. Filmnya sederhana, tapi magical dan penuh petualangan dari kacamata anak-anak,” ujarnya.

Representasi Autentik dalam Produksi

Keaslian latar belakang karakter juga diperhatikan dalam proses casting. Aktris Irma Rihi yang memerankan karakter Mak diketahui berasal dari Pulau Sabu, sama seperti karakter yang diperankannya.

Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo, menyebut kehadiran Irma memberikan nuansa emosional yang kuat.

“Keluarga Ibu saya dan keluarga Irma ternyata saling mengenal. Saat Irma bermain, saya seperti mendengar Ibu saya berbicara,” kata Reda.

Adaptasi Novel yang Hangat

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy.

Produksi film dilakukan oleh Visinema Studios, yang dikenal konsisten menghadirkan cerita keluarga yang menyentuh.

Sejumlah karya Visinema sebelumnya seperti Keluarga Cemara dan Nussa telah mendapatkan sambutan luas dari penonton Indonesia.

Kisah Tentang Tumbuh dan Masa Kecil

Film Na Willa tidak hanya menyajikan cerita anak-anak, tetapi juga refleksi tentang masa kecil. Cerita berfokus pada kehidupan Na Willa yang percaya bahwa gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban.

Namun ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti menghadapi perubahan Melalui kisah tersebut, film ini mengajak penonton untuk kembali melihat dunia dari sudut pandang anak-anak—penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu. Tayang pada momen Lebaran 2026, Na Willa diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang menghadirkan kehangatan sekaligus pesan tentang pentingnya menerima perbedaan.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.