Official Trailer Seni Merayu Tuhan Resmi Dirilis, Kisah Hikmah Mengajarkan Arti Kehilangan, Keluarga, dan Jalan Pulang kepada Tuhan

Wahana Kreator resmi merilis official trailer Seni Merayu Tuhan. Film adaptasi buku karya Habib Jafar ini menyuguhkan perjalanan emosional seorang anak muda yang belajar memaknai kehilangan sebagai jalan untuk kembali mendekat kepada Tuhan.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

7/9/20263 min read


Jakarta, Indo Katarsis – Tidak semua perjalanan menemukan Tuhan dimulai dari seseorang yang merasa paling taat. Ada kalanya, perjalanan itu justru lahir dari rasa kehilangan, penyesalan, dan keinginan untuk memperbaiki diri. Pesan itulah yang coba dihadirkan Wahana Kreator melalui film Seni Merayu Tuhan, yang resmi merilis official trailer menjelang penayangannya di bioskop pada 13 Agustus 2026.

Film yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar ini menghadirkan kisah Hikmah, seorang anak muda yang selama ini menjalani hidup tanpa benar-benar memikirkan hubungan dengan keluarga maupun Tuhannya. Hikmah diperankan oleh Ari Irham, sementara karakter ibunya dimainkan Rieke Diah Pitaloka dan kekasihnya, Sophia, diperankan Lutesha.

Melalui official trailer, penonton diperlihatkan keseharian Hikmah yang lebih memilih menikmati masa mudanya daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Ia jarang pulang ke rumah, mengabaikan telepon dan pesan sang ibu, serta lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-teman dan kekasihnya.

Sikap itu semakin tergambar lewat salah satu dialog yang mencuri perhatian ketika Hikmah diajak menunaikan salat Jumat. Dengan santai ia menjawab, "Sudah pernah." Jawaban singkat tersebut menjadi simbol bahwa dirinya merasa agama bukan lagi prioritas dalam kehidupannya.

Namun, hidup Hikmah berubah sepenuhnya ketika sang ibu meninggal dunia. Kehilangan itu menjadi pukulan besar yang membuatnya mulai mempertanyakan arti hidup dan mencoba kembali mencari jalan menuju Tuhan. Bahkan, ia mengakui dirinya sudah lupa kapan terakhir kali melaksanakan salat.

Perjalanan inilah yang menjadi inti cerita Seni Merayu Tuhan. Film ini tidak hanya berbicara mengenai agama, tetapi juga tentang hubungan orang tua dan anak, proses bertumbuh, persahabatan, cinta, penyesalan, hingga harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Produser Salman Aristo mengatakan cerita yang diangkat dalam film ini sangat dekat dengan kehidupan generasi muda Indonesia yang sedang berada dalam fase pencarian identitas.

"Seni Merayu Tuhan adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya. Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup," ujar Salman Aristo.

Selain menghadirkan kisah yang menyentuh, film ini juga menjadi momen penting bagi Cesa David Luckmansyah. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai editor film dengan segudang pengalaman dan tiga penghargaan Piala Citra Festival Film Indonesia. Kini, untuk pertama kalinya, Cesa dipercaya mengarahkan sebuah film sebagai sutradara.

Baginya, Seni Merayu Tuhan memiliki cerita yang sangat personal sehingga membuatnya mantap mengambil langkah baru dalam kariernya.

"Seperti halnya Hikmah yang mendapat panggilan dalam perjalanan hidupnya, begitupun saya yang mendapat panggilan untuk memulai langkah baru di perfilman. Selama ini saya memang selalu berada di balik meja editing, tapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat personal bagi saya dan itu memanggil saya untuk menangkap momen perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya dalam proses kedewasaannya," tutur Cesa David Luckmansyah.

Hal senada juga diungkapkan Ari Irham. Menurutnya, karakter Hikmah bukan sekadar tokoh fiksi, melainkan representasi banyak anak muda yang pernah mengalami kebingungan menentukan arah hidup.

"Sebagai anak muda, gue juga sebenarnya punya keresahan terhadap apa yang gue lewati setiap hari. Gue pernah berada di posisi mencari jati diri gue, dan gue yakin cerita dari Hikmah di film ini bakal relate banget untuk anak-anak muda yang lagi proses memahami dirinya, keluarga, dan yang lagi bertumbuh," kata Ari Irham.

Film ini turut diperkuat deretan pemain ternama seperti Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Sementara naskahnya ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer yang juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.

Diproduksi oleh Wahana Kreator bersama PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment, Seni Merayu Tuhan juga menghadirkan misi literasi. Sebagai adaptasi dari buku, film ini berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Mizan Pustaka untuk mendorong masyarakat kembali membaca sekaligus menjadikan film sebagai ruang diskusi bagi generasi muda.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara budaya membaca dan budaya menonton, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal karya-karya literasi Indonesia melalui medium film.

Dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Seni Merayu Tuhan berpotensi menjadi salah satu film drama yang menyentuh hati penonton tahun ini. Lewat perjalanan Hikmah, penonton diajak memahami bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, meminta maaf, menghargai keluarga, dan kembali menemukan makna hidup.
Film Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026, membawa pesan bahwa setiap perjalanan pulang kepada Tuhan selalu dimulai dari keberanian untuk berubah.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.