Palari Films Genap 10 Tahun, Perkuat Eksistensi Lewat 7 Film Baru dan Kolaborasi Global
Genap 10 tahun, Palari Films memperkuat eksistensinya dengan tujuh film baru dan kolaborasi internasional. Langkah ini menandai ekspansi mereka menuju industri film global.
ENTERTAINMENT


Indo Katarsis — Palari Films menandai 10 tahun perjalanannya di industri perfilman Indonesia dengan mengumumkan tujuh film terbaru yang akan segera diproduksi. Perayaan ini menjadi bukti eksistensi mereka sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan karya berkualitas.
Sejak berdiri pada 2016, Palari Films telah menghasilkan berbagai film yang sukses di dalam dan luar negeri. Posesif (2017) menjadi langkah awal yang mengantarkan mereka meraih penghargaan bergengsi di Festival Film Indonesia.
Keberhasilan tersebut dilanjutkan melalui Aruna & Lidahnya (2018) dan mencapai puncaknya lewat Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) yang memenangkan Golden Leopard di Festival Film Locarno.
“Sepuluh tahun dan setiap cerita yang menemukan jalannya,” ujar Muhammad Zaidy, menggambarkan perjalanan panjang Palari Films.
Dalam momentum ini, tujuh film baru diperkenalkan, mulai dari Monster Pabrik Rambut hingga Strange Root, yang merupakan proyek kolaborasi internasional.
Film Strange Root sendiri menjadi bagian dari kerja sama lintas negara dengan Singapura, Jerman, Belanda, dan Filipina. Hal ini menunjukkan langkah Palari Films dalam memperluas jaringan global.
Selain itu, proyek Menari dengan Bayangan menjadi salah satu yang menarik perhatian karena mengadaptasi karya musik ke dalam film. Baskara Putra menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk eksplorasi medium baru.
Palari Films juga memperkuat komitmennya terhadap regenerasi sineas dengan menggandeng nama-nama muda seperti Khozy Rizal dan Aditya Ahmad.
Di sisi lain, Ariani Darmawan hadir dengan Desember Jani, sebuah proyek yang seluruhnya dikerjakan oleh perempuan, mulai dari penulisan hingga produksi.
Tak hanya fokus pada produksi film, Palari Films juga menggelar pameran di Museum MACAN yang menampilkan perjalanan mereka selama satu dekade. Selain itu, merchandise eksklusif juga diluncurkan sebagai bagian dari perayaan.
Menurut Meiske Taurisia, perjalanan membuat film diibaratkan seperti sebuah hubungan panjang. “Membuat film itu bagaikan sebuah perkawinan… 10 tahun adalah masa mengumpulkan kepercayaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa masa depan Palari Films akan diisi dengan kolaborasi yang lebih luas dan eksplorasi kreativitas yang lebih dalam. Dengan berbagai proyek baru dan kolaborasi internasional, Palari Films optimistis dapat terus menghadirkan karya yang relevan dan menjadi refleksi perkembangan zaman.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
