“Pelangi di Mars” Siap Tayang Lebaran 2026, Poster Terbaru Ungkap Konflik Perusahaan Nerotek

Menjelang penayangannya di bioskop, film Pelangi di Mars merilis poster Nerotek yang memperlihatkan konflik besar di balik misi penyelamatan Bumi dari Planet Merah.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

3/9/20261 min read

Indo Katarsis — Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya petualangan keluarga melalui film Pelangi di Mars. Menjelang penayangannya pada musim Lebaran 2026, rumah produksi Mahakarya Pictures merilis poster terbaru yang menyoroti konflik utama cerita.

Poster yang dinamakan Poster Nerotek ini memperlihatkan gambaran ekspedisi ke Planet Mars yang berkaitan dengan perusahaan besar bernama Nerotek.

Dalam cerita film, Nerotek menguasai pasokan air bersih di Bumi. Mereka kemudian menjalankan ekspedisi ambisius ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, elemen langka yang diyakini mampu menjernihkan air.

Penemuan penting dilakukan oleh ilmuwan Pratiwi yang diperankan oleh Lutesha. Namun setelah lokasi Zeolit Omega berhasil ditemukan, Nerotek justru menghentikan misi tersebut secara tiba-tiba tanpa penjelasan. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa yang membawa tokoh utama film ini memulai perjalanan berbahaya di Mars.

Tokoh utama film ini adalah Pelangi, yang diperankan oleh Messi Gusti. Sebagai putri Pratiwi, Pelangi memiliki tekad kuat untuk melanjutkan misi yang telah dihentikan oleh Nerotek. Ia tidak sendirian. Dalam petualangannya, Pelangi ditemani oleh robot-robot sahabat seperti Batik, Petya, Yoman, Kimchi, dan Sulil.

Karakter robot tersebut diisi suaranya oleh sejumlah aktor dan komedian seperti Kristo Immanuel dan Gilang Dirga. Mereka bersama-sama menjelajahi medan ekstrem Mars untuk menemukan Zeolit Omega sekaligus menyelamatkan masa depan Bumi.

Sutradara Upie Guava mengatakan bahwa karakter Pelangi dirancang sebagai simbol harapan bagi generasi muda Indonesia.

“Melalui petualangan Pelangi, saya ingin anak-anak Indonesia percaya kalau mereka bisa menjadi pemimpin,” katanya.

Sementara itu, Messi Gusti menilai film ini membawa pesan positif bagi penonton anak-anak. “Film ini mengajarkan kita untuk terus bermimpi setinggi-tingginya dan tidak pernah menyerah,” ujarnya.

Produser Dendi Reynando menaruh harapan besar terhadap film ini. Menurutnya, Pelangi di Mars berpotensi berkembang menjadi intellectual property baru yang dapat dibanggakan oleh industri kreatif Indonesia.

Selain Messi Gusti dan Lutesha, film ini juga dibintangi oleh Rio Dewanto, Myesha Lin, serta Livy Renata. Dengan cerita petualangan luar angkasa yang penuh imajinasi serta pesan moral tentang keberanian dan kepemimpinan, Pelangi di Mars diharapkan menjadi film keluarga yang menghibur sekaligus inspiratif saat Lebaran 2026.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.