Setelah Premiere di Sundance, Film Para Perasuk Siap Tayang di Bioskop Indonesia April 2026

Film Para Perasuk yang melakukan world premiere di Sundance Film Festival kini siap menyapa penonton Indonesia. Trailer terbaru memperlihatkan perjuangan seorang pemuda yang ingin menjadi “Perasuk” demi menyelamatkan desa dan tradisi yang terancam hilang.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

3/10/20262 min read

Indo Katarsis — Film Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di panggung internasional melalui karya terbaru sutradara Wregas Bhanuteja berjudul Para Perasuk.

Setelah sukses menggelar world premiere di Sundance Film Festival 2026, film ini kini merilis official trailer yang menampilkan cerita unik tentang tradisi kerasukan di sebuah desa. Trailer tersebut memperlihatkan kehidupan masyarakat Desa Latas yang memiliki tradisi pesta kerasukan sebagai bagian dari hiburan sekaligus ritual sosial.

Di tengah kehidupan tersebut, muncul sosok Bayu yang diperankan oleh Angga Yunanda. Ia adalah seorang pemuda yang bercita-cita menjadi Perasuk utama di desanya.

Perasuk adalah orang yang memiliki kemampuan memimpin ritual kerasukan. Posisi ini dianggap penting dalam tradisi masyarakat Desa Latas. Dalam cerita, Bayu belajar menjadi Perasuk bersama dua rekannya yang diperankan oleh Bryan Domani dan Chicco Kurniawan. Ketiganya merupakan murid dari karakter yang dimainkan oleh Anggun.

Film ini juga menampilkan aktris Maudy Ayunda yang turut memperkuat jajaran pemain. Konflik utama dalam cerita muncul ketika mata air keramat yang menjadi tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Bagi warga Desa Latas, mata air tersebut memiliki nilai spiritual sekaligus menjadi sumber kehidupan mereka.

Ancaman tersebut memicu perlawanan dari warga desa yang berusaha mempertahankan tempat suci tersebut.

Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa film ini ingin memperlihatkan dinamika sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

“Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya,” ujar Wregas.

Film ini diproduksi oleh Rekata Studio dan diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, serta Amalia Rusdi. Menariknya, produksi Para Perasuk juga melibatkan kerja sama internasional melalui ko-produksi dengan Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Kolaborasi ini menunjukkan semakin terbukanya peluang film Indonesia untuk berkembang di pasar global. Bagi Angga Yunanda, karakter Bayu menjadi salah satu peran yang paling menantang dalam kariernya.

“Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa,” kata Angga.

Film ini mengisahkan perjuangan Bayu yang ingin memimpin pesta kerasukan besar demi mengumpulkan dana untuk menebus mata air keramat desa. Namun perjalanan tersebut membuatnya menyadari bahwa menjadi Perasuk sejati bukan hanya soal ambisi, melainkan juga tentang tanggung jawab terhadap komunitas.

Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026 dan diprediksi menjadi salah satu film lokal yang menarik perhatian penonton tahun ini.

Kontributor:Sarah Limbeng

Penulis dan Editor: Permadani T.