Sinopsis Film “WARU”: Teror Pohon Terlarang dan Rahasia Kelam Sebuah Keluarga
FILM


Indo Katarsis — Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita mistis dengan nuansa lokal melalui film “WARU”, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 Februari 2026. Film ini disutradarai oleh Chiska Doppert dan mengangkat mitos menyeramkan tentang Iblis penguasa pohon waru.
Kisah “WARU” bermula dari Lydia, seorang perempuan yang hidup dalam keterdesakan ekonomi. Demi mendapatkan kemakmuran, Lydia menjalin perjanjian dengan Iblis Waru, makhluk gaib yang bersemayam di pohon waru terkutuk. Perjanjian tersebut menjanjikan kekayaan, namun mengharuskan Lydia memberikan tumbal kepala manusia setiap tahunnya.
Seiring waktu, Lydia kerap mengalami kerasukan akibat ikatan gaib tersebut. Menjelang kematiannya, ia meminta Nadine untuk memusnahkan pohon waru agar perjanjian itu berakhir. Namun permintaan tersebut justru menjadi awal petaka baru.
Setelah Lydia meninggal dunia, teror mistis mulai menghantui Nadine dan keluarganya. Iblis Waru muncul dengan amarah yang semakin ganas, dibantu laskar-laskar gaib yang setia menagih tumbal berikutnya. Rahasia kelam keluarga pun perlahan tersingkap, memperlihatkan hubungan masa lalu mereka dengan kekuatan iblis tersebut.
Film ini menampilkan konflik keluarga yang harus bersatu menghadapi teror gaib. Nadine dan orang-orang terdekatnya berjuang memecahkan misteri pohon waru, sambil berpacu dengan waktu sebelum Iblis Waru kembali menuntut korban.
“WARU” dibintangi oleh jajaran aktor lintas generasi, seperti Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Dewi Amanda, serta Yatti Surachman yang memerankan Nenek Waru, sosok kunci dalam mitos iblis tersebut.
Dengan atmosfer mencekam, visual iblis yang menyeramkan, serta cerita yang sarat pesan moral, “WARU” tidak hanya menyuguhkan horor, tetapi juga refleksi tentang dampak perjanjian terlarang dan dosa yang diwariskan lintas generasi.
Jawaban atas pertanyaan bagaimana keluarga Nadine menghadapi teror Iblis Waru akan terungkap saat film “WARU” tayang di bioskop Indonesia pada 12 Februari 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Penulis dan Editor: Permadani T.
