Suka Duka Tawa Siap Warnai Awal 2026, Final Trailer Hadirkan Drama Keluarga yang Relatable

Suka Duka Tawa siap mewarnai awal 2026. Final trailer menampilkan konflik keluarga yang relatable, penuh emosi, dan menghangatkan hati.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

1/2/20261 min read

Jakarta, Indo Katarsis — Film Suka Duka Tawa siap menyapa penonton Indonesia di awal tahun 2026. Menjelang penayangan resminya pada 8 Januari 2026, BION Studios dan Spasi Moving Image merilis final trailer yang menyoroti konflik keluarga dengan pendekatan emosional dan penuh refleksi.

Final trailer ini memperlihatkan hubungan kompleks antara Tawa (Rachel Amanda) dengan orangtuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita). Cerita berpusat pada luka masa lalu yang membentuk jarak emosional dalam keluarga, sekaligus membuka peluang untuk rekonsiliasi dan komunikasi yang lebih jujur.

Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli, film ini memadukan unsur drama dan komedi sebagai cara menghadapi persoalan hidup. Aco menegaskan bahwa tawa dalam film ini bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk berdamai dengan luka.

“Lewat karakter Tawa, aku mencoba memahami orang-orang di sekitarku, dan semoga film ini bisa menebarkan cinta dan memberikan harapan-harapan baru di awal tahun 2026,” ujarnya.

Antusiasme penonton terhadap Suka Duka Tawa sudah terasa sejak special screening yang digelar di 15 kota pada akhir Desember 2025. Banyak penayangan mencatatkan sold out, menandakan film ini berhasil membangun rasa penasaran publik sebelum rilis resmi.

Rachel Amanda menuturkan bahwa karakter Tawa memiliki konflik batin yang kuat. Dibesarkan tanpa kehadiran ayah, Tawa menyimpan banyak pertanyaan dan amarah. Namun, saat bertemu kembali di usia dewasa, ia mulai mencoba memahami perjuangan ayahnya.

“Tawa menggunakan humor untuk berdamai dengan apa yang dia alami,” kata Amanda.

Kekuatan emosional film ini semakin diperkuat dengan original soundtrack dari Bernadya dan The Adams. Lagu-lagu tersebut mengiringi momen-momen krusial dalam cerita, menciptakan pengalaman menonton yang lebih menyentuh.

Respons positif juga datang dari para penonton awal. Gading Marten menyebut film ini sangat dekat dengan realitas kehidupan.

“Relate banget. Ketawa, tapi juga bikin netes air mata,” ujarnya.

Film Suka Duka Tawa menghadirkan jajaran pemain lintas generasi, termasuk Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia, hingga Abdel Achrian. Dengan cerita yang membumi dan pendekatan emosional yang jujur, film ini diharapkan menjadi pilihan tontonan keluarga yang relevan dan menghangatkan di awal tahun.

Kontributor: Sarah Limbeng

Penulis & Editor: Permadani T.