Tanah Runtuh Angkat Kisah Mengharukan Dua Kakak Beradik yang Mencari Ibu di Tengah Konflik
Perjalanan Kai dan Ringgo mencari sang ibu di tengah kerusuhan menjadi inti cerita film Tanah Runtuh. Film ini menyuguhkan drama keluarga yang menyentuh dengan pesan kuat tentang cinta dan ketahanan manusia.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis – Film drama terbaru berjudul Tanah Runtuh siap menyapa penonton Indonesia mulai 25 Juni 2026. Disutradarai Rudi Soedjarwo dan diproduseri Denny Siregar, film ini menghadirkan kisah emosional tentang dua kakak beradik yang berusaha menemukan ibu mereka di tengah situasi konflik yang mencekam.
Berbeda dari film bertema kerusuhan pada umumnya, Tanah Runtuh lebih menitikberatkan pada perjalanan emosional para karakter dibandingkan peristiwa konflik itu sendiri. Cerita berpusat pada Kai dan Ringgo yang terpisah dari sang ibu saat kerusuhan agama terjadi di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah.
Dalam kondisi penuh ketidakpastian, Kai yang masih berusia sembilan tahun bertekad membawa kakaknya, Ringgo, untuk mencari ibu mereka. Perjalanan tersebut membawa keduanya melintasi berbagai lokasi pengungsian dan menghadapkan mereka pada beragam tantangan yang menguji keberanian sekaligus rasa kemanusiaan.
Karakter Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq menjadi elemen penting dalam perjalanan tersebut. Sebagai anak dengan Down Syndrome, Ringgo hadir bukan sebagai simbol inspirasi, melainkan sebagai sosok manusia yang memiliki rasa takut, harapan, dan cinta yang sama seperti orang lain.
Sutradara Rudi Soedjarwo menjelaskan bahwa inti film ini terletak pada hubungan antarmanusia yang tetap bertahan ketika segala sesuatu di sekitar mereka terasa runtuh.
"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar, tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," katanya.
Pandangan serupa disampaikan produser Denny Siregar. Menurutnya, Tanah Runtuh adalah cerita tentang cinta yang tetap bertahan di tengah situasi paling sulit.
"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana: bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," ujarnya.
Dalam perjalanan mencari ibu mereka, Kai dan Ringgo bertemu Idham yang diperankan Vino G. Bastian. Sosok tersebut kemudian menjadi pendamping sekaligus pelindung bagi keduanya.
Kehadiran Idham menciptakan dinamika emosional yang kuat. Hubungan yang awalnya terjalin karena keadaan perlahan berkembang menjadi ikatan keluarga yang tidak terduga.
Vino mengaku tersentuh oleh pesan yang disampaikan film ini. Baginya, kekuatan cerita justru terletak pada ketulusan karakter Ringgo.
"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," ungkap Vino.
Sebagai seorang ayah, aktor tersebut juga merasa dekat dengan perjalanan emosional yang dialami Kai dan Ringgo.
"Kita hidup di masa ketika semua orang sibuk, semua orang terburu-buru, dan semua orang seperti dituntut untuk terus kuat. Tapi melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain," lanjutnya.
Selain menyuguhkan drama keluarga yang menyentuh, Tanah Runtuh juga menawarkan refleksi tentang pentingnya empati di tengah perbedaan. Film ini mengingatkan bahwa dalam situasi sesulit apa pun, manusia masih memiliki kemampuan untuk saling menjaga.
Dibintangi Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tike Priatnakusumah, dan sejumlah aktor lainnya, Tanah Runtuh diharapkan menjadi salah satu film drama Indonesia yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Melalui perjalanan Kai dan Ringgo, film ini tidak hanya menyajikan kisah pencarian seorang ibu, tetapi juga pencarian makna tentang keluarga, cinta, dan kemanusiaan yang sesungguhnya.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
