Trailer Perdana Tanah Runtuh Suguhkan Drama Emosional Tentang Kehilangan dan Harapan

Tanah Runtuh resmi merilis trailer dan poster perdana yang memperlihatkan perjalanan emosional dua bersaudara di tengah kerusuhan Poso. Film ini menghadirkan kisah tentang keluarga, empati, dan perjuangan bertahan hidup.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

5/10/20262 min read

Indo Katarsis — Official trailer dan poster film Tanah Runtuh akhirnya resmi dirilis oleh Denny Siregar Production. Film drama karya sutradara Rudi Soedjarwo ini menghadirkan kisah penuh emosi tentang perjuangan keluarga di tengah konflik sosial.

Film ini berlatar kerusuhan agama di Poso, Sulawesi Tengah. Namun alih-alih menampilkan konflik secara eksplisit, cerita lebih banyak berfokus pada perjalanan manusia yang terdampak oleh tragedi tersebut.

Tokoh utama dalam film ini adalah Kai dan Ringgo, dua kakak beradik yang terpisah dari ibu mereka saat kerusuhan pecah. Ringgo merupakan anak dengan Down Syndrome yang memiliki hubungan sangat dekat dengan adiknya.

Dalam kondisi penuh bahaya, Kai mencoba membawa sang kakak melewati berbagai lokasi pengungsian demi menemukan ibu mereka kembali. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Idham, anggota polisi yang diperankan Vino G. Bastian. Pertemuan itu menjadi titik penting yang mengubah arah perjalanan ketiganya.

Idham yang awalnya hanya menjalankan tugas perlahan ikut terikat secara emosional dengan Kai dan Ringgo. Hubungan tersebut berkembang menjadi kisah tentang kepedulian, rasa tanggung jawab, dan harapan.

“Buat saya, Tanah Runtuh bukan sekadar cerita tentang konflik, tapi tentang bagaimana manusia tetap berusaha saling menjaga di tengah situasi yang kacau,” ujar Vino G. Bastian.

Menurutnya, karakter Idham menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan bisa muncul dari situasi yang paling tidak terduga.

“Perjalanan bersama Kai dan Ringgo membuat dia melihat banyak hal secara lebih personal,” lanjut Vino.

Trailer film memperlihatkan berbagai adegan emosional yang dibangun dengan nuansa sunyi dan menegangkan. Visual pengungsian, perjalanan malam di tengah konflik, serta interaksi hangat antar tokoh menjadi bagian yang paling menonjol.

Sementara poster resmi film menampilkan atmosfer yang muram sekaligus menyentuh. Nuansa visual tersebut memperkuat tema kehilangan dan pencarian yang menjadi inti cerita.

Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa ia ingin menyampaikan tragedi besar melalui pendekatan yang lebih personal.

“Saya ingin membuat film yang lebih hening. Bukan tentang sejarah konflik yang terjadi selama bertahun-tahun, tetapi kita lihat dari kacamata yang berbeda,” kata Rudi.

Ia menilai bahwa dampak konflik terhadap hubungan keluarga sering kali lebih membekas dibanding peristiwa itu sendiri.

“Ini tentang bagaimana dampak yang dirasakan oleh manusia-manusia di dalamnya, tentang kehilangan, kerusakan hubungan, dan harapan yang tetap ada ketika semuanya terasa runtuh,” tambahnya.

Film ini juga menyoroti pentingnya representasi inklusif dalam perfilman Indonesia. Karakter Ringgo yang merupakan anak dengan Down Syndrome ditempatkan sebagai bagian penting dalam alur cerita, bukan sekadar pelengkap.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu visi utama dari Denny Siregar Production dalam menghadirkan cerita yang lebih beragam dan dekat dengan realitas sosial.

Selain Vino G. Bastian, deretan pemain lain yang terlibat antara lain Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, Agnes Naomi, Tubagus Ali, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Umar, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo.

Dengan durasi 2 jam 51 menit, Tanah Runtuh akan membawa penonton menyelami kisah tentang keluarga, rasa kehilangan, dan harapan yang tetap hidup di tengah dunia yang terasa runtuh. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Kontributor: Sarah Limbeng

Editor: Permadani T.