Tretan Muslim Jadi Pemeran Utama Pertama Kali, Film Foufo Suguhkan Cerita Alien dan Keluarga Madura
Tretan Muslim menjalani debut sebagai pemeran utama lewat film Foufo. Mengangkat kisah alien yang jatuh di Madura, film ini memadukan komedi, budaya lokal, dan sentuhan sci-fi yang jarang ditemui di perfilman Indonesia.
FILM


Jakarta, Indo Katarsis – Aktor sekaligus komedian Tretan Muslim siap menjalani tantangan baru dalam kariernya melalui film Foufo. Dalam film yang diproduksi Skak Studios dan Sinemart tersebut, Tretan dipercaya menjadi pemeran utama untuk pertama kalinya.
Film karya Bayu Skak ini mengusung genre komedi science fiction dengan latar budaya Madura yang kental. Melalui teaser trailer yang telah dirilis, penonton diajak menyaksikan kisah tak biasa ketika seorang alien mendarat di Madura dan berinteraksi dengan sebuah keluarga lokal.
Cerita berpusat pada Muslim, seorang pria yang sedang mengalami tekanan ekonomi karena harus melunasi biaya haji ibunya. Berbagai upaya dilakukan untuk mencari jalan keluar, termasuk mengajukan pinjaman ke bank.
Saat keadaan semakin sulit, Muslim diajak oleh sahabatnya, Kacung, untuk mencuri rel kereta api. Bersama Ipul, mereka menjalankan aksi tersebut pada malam hari. Alih-alih berhasil mencuri rel, ketiganya justru menyaksikan sebuah benda asing jatuh dari langit. Mengira benda itu memiliki nilai ekonomi tinggi, mereka membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, mereka menemukan fakta mengejutkan bahwa benda tersebut adalah wahana luar angkasa yang membawa seorang alien bernama Foufo. Kehadiran makhluk asing itu kemudian memicu berbagai peristiwa lucu sekaligus mengharukan.
Karakter Foufo juga diperkenalkan melalui teaser poster resmi. Alien tersebut tampil dengan desain yang unik, kepala bulat besar, antena, serta senyum polos yang mencerminkan sifatnya yang ramah.
Sutradara Bayu Skak mengatakan bahwa ide cerita Foufo lahir dari imajinasi sederhana yang kemudian berkembang menjadi sebuah proyek film besar.
"Kami ingin membawa sesuatu yang baru di perfilman Indonesia, yakni komedi sci-fi. Cerita awalnya adalah sangat sederhana, bagaimana jika alien jatuh di Madura, dan dia bertemu dengan keluarga Madura? Itu menjadi sesuatu yang unik," ujar Bayu.
Film ini menjadi salah satu proyek paling ambisius dari Skak Studios karena memadukan teknik live action dan animasi dalam satu cerita. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menghadirkan karakter alien yang dapat menyatu secara natural dengan dunia nyata.
Kolaborasi dengan Sinemart juga menjadi faktor penting dalam pengembangan proyek ini. Kerja sama kedua rumah produksi telah diumumkan sejak JAFF Market 2024 dan terus berkembang hingga tahap produksi.
Produser Eksekutif David Suwarto menyebut film ini menawarkan pengalaman baru bagi penonton Indonesia karena menggabungkan unsur keluarga, budaya lokal, komedi, dan fiksi ilmiah dalam satu paket hiburan.
"Kami melihat ide dan cerita yang unik yang dibawa Bayu Skak, yang membuat Sinemart yakin untuk turut berkolaborasi di film Foufo. Film ini juga akan menjadi penawaran baru yang segar di perfilman Indonesia," kata David.
Salah satu aspek yang membuat Foufo berbeda adalah penggunaan talenta lokal. Sekitar 80 persen pemain film berasal dari proses casting terbuka yang dilakukan di Madura.
Tretan Muslim mengungkapkan bahwa keputusan tersebut memberikan nuansa yang lebih autentik dalam film.
"80% pemain film Foufo itu casting, bahkan ada yang tidak punya latar belakang sebagai aktor. Dan ini yang menjadikan filmnya menarik, karena Bayu Skak tidak mau menjadikan orang Jakarta sebagai orang Madura, tapi memang orang Madura yang menjadi orang Madura di filmnya," ujar Tretan.
Selain Tretan Muslim, film ini juga menghadirkan Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah.
Dengan konsep yang segar, dukungan talenta lokal, serta cerita yang menggabungkan budaya Madura dan dunia luar angkasa, Foufo diproyeksikan menjadi salah satu film Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton. Film ini akan mulai menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia pada 9 Juli 2026.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
Good News Ltd © 2022
Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.
Reframe your inbox
Subscribe to our newsletter and never miss a story.
We care about your data in our privacy policy.
