Widyawati hingga Slamet Rahardjo Bicara Makna Kebersamaan di Film CLBK, Chemistry Cast Jadi Sorotan

Kebersamaan menjadi benang merah dalam film CLBK. Lewat cerita Slamet Rahardjo, Widyawati, Sintya Marisca, hingga Gisellma, konferensi pers film ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas generasi melahirkan chemistry yang hangat, baik di balik layar maupun di depan kamera.

FILM

Redaksi Indo Katarsis

7/2/20262 min read



Indo Katarsis — Konferensi pers film CLBK menghadirkan suasana hangat yang memperlihatkan kedekatan para pemain lintas generasi. Mulai dari aktor legendaris Slamet Rahardjo dan Widyawati hingga para pemain muda seperti Sintya Marisca dan Gisellma, seluruhnya tampak akrab selama acara berlangsung.

Suasana tersebut bahkan menjadi gambaran nyata dari pesan yang ingin dibawa film CLBK.
Di sela acara, Widyawati mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya bekerja bersama jajaran pemain film tersebut. Meski memiliki pengalaman panjang di dunia perfilman, ia menilai tidak ada alasan bagi artis senior untuk menjaga jarak dengan pemain muda.

"Artis senior juga harus bisa mengakrabkan diri dengan junior."

Menurut Widyawati, hubungan yang baik selama syuting menjadi salah satu faktor penting agar proses produksi berjalan lancar. Pernyataan itu diamini para pemain muda yang mengaku merasa nyaman bekerja bersama para senior.
Sementara itu, Slamet Rahardjo membagikan filosofi sederhana mengenai dunia perfilman.

"Film adalah saling mengisi, saling bersaudara, dan film tentang kebersamaan."

Baginya, setiap orang memiliki peran penting sehingga seluruh kru dan pemain harus saling mendukung. Nilai kebersamaan itu juga terlihat dalam hubungan Slamet Rahardjo dengan Sintya Marisca. Ia mengaku lebih sering memanggil Sintya dengan sebutan "Warakas" dibanding nama aslinya.

Bahkan, Slamet Rahardjo sempat berseloroh,
"Ternyata ada mutiara dalam lumpur di Warakas, Jakarta Timur."

Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa seluruh ruangan. Di balik candaan itu, tersimpan apresiasi terhadap kemampuan akting Sintya.

Sintya sendiri mengungkapkan bahwa dirinya sengaja membangun hubungan layaknya cucu dan kakek bersama Slamet Rahardjo. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pendalaman karakter.

Selain itu, Gisellma juga membagikan tantangan selama memerankan karakternya. Ia mengaku membangun rasa jatuh cinta bukan perkara mudah.

"Jatuh cinta itu susah."

Meski demikian, proses panjang tersebut akhirnya menghasilkan chemistry yang kuat bersama lawan main. Hal itu turut terlihat dari interaksi para pemain selama konferensi pers.
Candaan demi candaan mengalir tanpa canggung.

Suasana kekeluargaan yang tercipta menjadi bukti bahwa hubungan mereka tidak berhenti ketika proses syuting selesai. Keakraban tersebut diharapkan mampu dirasakan penonton saat menyaksikan film CLBK di bioskop.
Kolaborasi antara aktor senior dan generasi muda menghadirkan warna tersendiri bagi film ini.

Bukan hanya menawarkan kisah yang menghibur, CLBK juga membawa pesan tentang pentingnya kebersamaan, rasa saling menghargai, dan kerja sama antargenerasi dalam menciptakan sebuah karya yang berkualitas.
Kontributor: Ana Tasia
Penulis dan Editor: Permadani T.

Good News Ltd © 2022

Good News empowers the generation of tomorrow for a brighter future and hope for every individual.

Reframe your inbox

Subscribe to our newsletter and never miss a story.

We care about your data in our privacy policy.